Cari Blog Ini

Selasa, 27 Maret 2012

Bangun Pengalaman


“Pengalaman adalah guru yang hebat.” Biarkan setiap kejadian positif atau negatif menandai proses pembelajaran yang signifikan dalam hidup Anda. Ambil hikmah dan pengetahuan yang berharga dari berbagai pengalaman Anda. Satu-satunya tujuan dari setiap pengalaman yang didapat, adalah untuk membuat Anda orang yang lebih baik yang bisa hidup dengan percaya diri menghadapi apa pun yang ditawarkan.

DALAM DEKAPAN CINTA


Diantara detak jantung yang kian berpacu,
diantara desah nafas yg kian memburu,
ku dengar nada-nada indah berbisik ditelinga,
... menggoda jiwaku tuk ungkap segala hasrat,
tentang cinta dan segala keindahan pesonanya,

 Ku ayun langkah bersama harapan yang ada,
tepiskan ragu hancurkan belenggu,
merenda hari merajut mimpi dalam dekapan cinta,
merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan,
sesuatu yang sangat menyejukkan menyentuh kalbu,

Hening dan tenang kala malam datang selimuti hari,
ku lantunkan lagu sendu bermandikan cahaya rembulan,
berharap kau pun dapat mendengar dan merasakan,
ada getar-getar cinta yang begitu kuat dihatiku,
ingin sentuh hatimu diantara rindu yang kian menggebu.

Tak Mampu Kusentuh

Mengapa Resah,
Menjadi Selimut Setia
Tiadakah Resah
Bosan Untuk Sebuah Jiwa

Mentari Telah Menyambut

Dengan Senyum Penuh Cinta
Tetaplah Bersama Peluhku
Dalam Tertatih Menggapai cahayamu
Bukan Hanya Bayangmu Yang Semu
... Dan Tak Mampu Kusentuh

I L U S I

Ternyata
Cinta Yang Kau Tanam
Hanya Seperti Sebuah Perandaian
Ilusi itu Hilang
Tinggal hampa Di Dalam Dada

Apakah kau tulus...??

kasih...

Maafkan aku yang tak bisa luluhakn hati

Maafkan aku, yang tak bisa sirami keangkuhan diri
Maafkanlah aku wahai kasih..

...
Bukan ranting kasihmu
Namun, kumengharap pohon cintamu
Agar kudapat sirami jambangan tulusmu.

Lihatlah mawar yang terpetik
Terjatuh dan kan layu, segar hanya siraman sesaat. Ia akan rapuh dan takkan bisa berkembang mewangikan mekaran yang mekar.

Andai hati dapat berkata
Laiknya rasa yang saling memahami
Mendengar semua jambangan hati

Kurasa tak Bernyawa

Tak Terasa
Musim Pun Berganti Jua
Aku,
Masih Saja Menikmati Hati yang Hampa

... Semalam,
Bintang Kurasa tak Bernyawa
Cahayanya Beku Tak Berbinar

Tak Seperti Dahulu
Ada Dirimu Kerlipan Bintang Pun ikut Menggodaku

Jumat, 23 Maret 2012

do'a para pencinta

Malam begitu dingin
dengan taburan gemintang di langit
meski tanpa rembulan
indah tetap menawan

... Walau hati ini penuh luka
namun kunikmati saja
semua derita
Biar gundah kuhempaskan saja
di atas hamparan sajadah
dalam do'a para pencinta

Berharap kabut kelam
segera tenggelam
berganti impian yang
menjumput idaman

Mendambanya

Pagi Yang Sunyi
Memeluk Jiwa Yang Gersang

Mentari
Menjadi Saksi Biru
... Perih Dan Getir Hati Menahan Rindu

Entah Apa Lagi Yang Kurasa
Yang Jelas,
Aku Mendambanya

Senin, 19 Maret 2012

Karbon atau arang aktif


Karbon atau arang aktif adalah material yang berbentuk butiran atau bubuk yang berasal dari material yang mengandung karbon misalnya batubara, kulit kelapa, dan sebagainya. Dengan pengolahan tertentu yaitu proses aktivasi seperti perlakuan dengan tekanan dan suhu tinggi, dapat diperoleh karbon aktif yang memiliki permukaan dalam yang luas.
Arang merupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon, dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara didalam ruangan pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi. Arang selain digunakan sebagai bahan bakar, juga dapat digunakan sebagai adsorben (penyerap). Daya serap ditentukan oleh luas permukaan partikel dan kemampuan ini dapat menjadi lebih tinggi jika terhadap arang tersebut dilakukan aktifasi dengan bahan-bahan kimia ataupun dengan pemanasan pada temperatur tinggi. Dengan demikian, arang akan mengalami perubahan sifat-sifat fisika dan kimia. Arang yang demikian disebut sebagai arang aktif.
Dalam satu gram karbon aktif, pada umumnya memiliki luas permukaan seluas 500-1500 m2, sehingga sangat efektif dalam menangkap partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0.01-0.0000001 mm. Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut. Dalam waktu 60 jam biasanya karbon aktif tersebut manjadi jenuh dan tidak aktif lagi. Oleh karena itu biasanya arang aktif di kemas dalam kemasan yang kedap udara. Sampai tahap tertentu beberapa jenis arang aktif dapat di reaktivasi kembali, meskipun demikian tidak jarang yang disarankan untuk sekali pakai. Reaktifasi karbon aktif sangat tergantung dari metode aktivasi sebelumnya, oleh karena itu perlu diperhatikan keterangan pada kemasan produk tersebut.
Karbon aktif tersedia dalam berbagai bentuk misalnya gravel, pelet (0.8-5 mm) lembaran fiber, bubuk (PAC : powder active carbon, 0.18 mm atau US mesh 80) dan butiran-butiran kecil (GAC : Granular Active carbon, 0.2-5 mm) dsb. Serbuk karbon aktif PAC lebih mudah digunakan dalam pengolahan air dengan sistem pembubuhan yang sederhana.

Mencari air jernih untuk diminum memang sudah semakin sulit, yang alami mungkin hanya ada di mata air di gunung dan di oase di gurun. Air jernih pun akhirnya menjadi produk industri hingga kata generik ‘aqua’ pun menjadi paten industri, ah jangan sampai kata ‘air’ menjadi merek dagang pula. Fungsi air untuk diminum pun akhirnya dilebih-lebihkan untuk kepentingan komersial, seperti yang diulas oleh Priyadi tentang ‘Khasiat’ Air Hexagonal.
Padahal kebutuhan utama manusia terhadap air untuk diminum hanya satu, yaitu ‘air jernih’, jernih menurut warna dan jernih menurut proporsi kandungan mineral yang terlarut di dalamnya. Dalam tubuh air berfungsi sebagai pelarut, sebagai carrier pembawa zat-zat lain yang harus diedarkan ke seluruh tubuh dan banyak lagi fungsi dan manfaat lainnya.
Dengan semakin kotornya air minum, baik dari sumur timba, sumur pompa ataupun air-supply-nya PDAM, kini semakin banyak keluarga mengurangi konsumsi air tersebut sebagai air minum dan digantikan dengan membeli ‘air jernih’ hasil proses industri dalam gelas atau botol plastik.
Sebenarnya, air jernih dari sumur untuk diminum masih bisa didapatkan dengan proses penjernihan saat memasaknya, yaitu dengan meletakkan arang batok (tempurung kelapa) di dalamnya (segenggam arang batok sudah lebih dari cukup untuk memasak satu panci air), sebaiknya arang batok dibungkus dahulu dengan kain putih bersih. Selama air dipanaskan hingga mendidih arang batok akan bekerja menyerap zat-zat yang mengotori air, juga menyerap bau serta warna sehingga menghasilkan air jernih yang siap diminum (didinginkan dulu ya, jangan minum air mendidih!).
Manfaat air jernih yang lain yang tidak berhubungan adalah untuk mengusir lalat, yaitu dengan cara menyimpannya dalam plastik bening dan digantung, biasanya digantung di dapur atau di atas meja makan. Mungkin nanti ada yang menjual bola kaca berisi air sebagai pengusir lalat yang bisa dipakai di atas meja makan tanpa merusak pandangan dan suasana.
Mencari air jernih untuk diminum memang sudah semakin sulit, yang alami mungkin hanya ada di mata air di gunung dan di oase di gurun. Air jernih pun akhirnya menjadi produk industri hingga kata generik ‘aqua’ pun menjadi paten industri, ah jangan sampai kata ‘air’ menjadi merek dagang pula. Fungsi air untuk diminum pun akhirnya dilebih-lebihkan untuk kepentingan komersial, seperti yang diulas oleh Priyadi tentang ‘Khasiat’ Air Hexagonal.
Padahal kebutuhan utama manusia terhadap air untuk diminum hanya satu, yaitu ‘air jernih’, jernih menurut warna dan jernih menurut proporsi kandungan mineral yang terlarut di dalamnya. Dalam tubuh air berfungsi sebagai pelarut, sebagai carrier pembawa zat-zat lain yang harus diedarkan ke seluruh tubuh dan banyak lagi fungsi dan manfaat lainnya.
Dengan semakin kotornya air minum, baik dari sumur timba, sumur pompa ataupun air-supply-nya PDAM, kini semakin banyak keluarga mengurangi konsumsi air tersebut sebagai air minum dan digantikan dengan membeli ‘air jernih’ hasil proses industri dalam gelas atau botol plastik.
Sebenarnya, air jernih dari sumur untuk diminum masih bisa didapatkan dengan proses penjernihan saat memasaknya, yaitu dengan meletakkan arang batok (tempurung kelapa) di dalamnya (segenggam arang batok sudah lebih dari cukup untuk memasak satu panci air), sebaiknya arang batok dibungkus dahulu dengan kain putih bersih. Selama air dipanaskan hingga mendidih arang batok akan bekerja menyerap zat-zat yang mengotori air, juga menyerap bau serta warna sehingga menghasilkan air jernih yang siap diminum (didinginkan dulu ya, jangan minum air mendidih!).
Manfaat air jernih yang lain yang tidak berhubungan adalah untuk mengusir lalat, yaitu dengan cara menyimpannya dalam plastik bening dan digantung, biasanya digantung di dapur atau di atas meja makan. Mungkin nanti ada yang menjual bola kaca berisi air sebagai pengusir lalat yang bisa dipakai di atas meja makan tanpa merusak pandangan dan suasana.

Minggu, 11 Maret 2012

Alat Keyloger.

Yang Sering Ke WARNET, Coba Kalian Periksa Dibelakang PC Bila Ada COLOKAN HITAM Saya Sarankan JANGAN ONLINE Di WARNET Tersebut !!! Karena Itu Memang Sengaja DĪpasang Oleh Pihak WarNet Dengan Tujuan Untuk Merekam Atau Mengcopy Data - Data Kalian Yang Ada Diantaranya, Password E-Mail, Facebook, Internet Banking Atau Data - Data Penting Lainnya. Alat Ini Disebut HARDWARE KEYLOGGER... Tolong Bagikan Pada Teman - Teman Lainnya Yang Sering Online Di WarNet .... :) 
NB : Hati - Hati Sebelum Bermain Di WARNET ,,

Kamis, 08 Maret 2012

Dengan apa aku bisa membelenggu


Dengan apa aku bisa membelenggu
Asamu begitu panjang terpentang
Butiran cinta kau rekat di banyak bati
... Bagai tak cukup rasa yang ku titipkan
Atas jiwamu yang gersang
Hingga mati semua mimpi buruk

Dengan apa ku bisa berbisik
Meniupkan tentram hingga hilang gelisah
Mengapa kau bisu saja melihat
Bahkan semburat merah bunga tanda cinta
Kau terlantarkan layu di atas batu abu-abu
Aku tersungkup dalam gelap malam
Kehilangan tepian tempatku teguh berdiri

Dengan apa aku bisa membelenggu
Rasa ini tak ikhlas bila kau berbagi
Dari dua jeda pergantian jarak antara siang dan pagi
Aku mematut semua patut
Memangkas semua pantas
Akankah aku dan kau dapat sepakat
Hingga kelak ku serahkan jiwa raga

Sedangkan

Aku Ingin Mendekap Senja
Namun Sungguh Hanya Khayal'belaka
Seperti Hasratku
Untuk Memiliki Dirimu
Harus Membawa Syarat Mutiara
Sedangkan Aku
Ia Anggap Hanya Sebuah Lumpur

Si Pungguk ini
Hanya Bermimpi Untuk Memiliki
... Sedang Dimatanya Aku Hanya Penghibur
Lelucon Yang Tak Punya Lakon

Betapa Hinakah Wanita Ini Dihadapanmu
Sungguh Aku Tak Mampu
Memangku Gunung
Untuk Kupersembahkan Padamu

Sedangkan Aku
Hanya Punta Cinta
Beserta Kesetiaan Yang Ada

Merindumu


Ku Tulis Rindu
Lewat Puisi Malamku
Ku Ukir
Lewat Syair Cinta Yang Membiru
Setiap Detik Kulalui
Seluruh Alam Turut Membisu
Menahan Gejolak Di Dada
Aku Yang Semakin Tak Kuasa

Merindumu

Keindahan


Rampingnya kaktus
Tak mampu kurentuh
Moleknya mawar tak dapat kurengkuh

Keindahan seorang hawa
Dibalik kerudung yang sederhana
Kuatkah hatimu
Menjaganya hanya untukku ??

Cahaya Illahi menyinari
... Raut wajah ayu yang alami

Untuk gadisku

Makna


Sekeping Hati
Dalam Diam Berbenih

Entah Apa Yang Mengisi
Namun Gundah Telah Mewarnai

Setiap Waktu
Candamu Membahana
Setiap Saat Anganku Bermakna

... Makna Yang Belum Pernah Kumengerti

Apakah Yang Kurasa Ini ??

Malam Yang Dingin

Kuheningkan Jiwaku
Dan coba KupahamI
Di sudut Kamar Dalam Sunyi
Getaran Hati Yang Tak Kumengerti

Kepada bintang Akan Ku Ceritakan
Kepada Angin
Kepada Malam Yang Dingin
Semua Tentang Perasaanku
Yang kini Gundah Membelenggu

Aku Tak Akan Pergi


Di Bawah Rintik Gerimis
Dalam Penantianku coba Bersabar
Menggigil Raga Tak Ku Hirau Demi Hadirmu

Ku Tahu
Kau Pasti Datang
Menerobos Waktu Yang Membelenggu Jejakmu
Perlahanlah Meski Tertatih
Aku Tak Akan Pergi
Sebelum Kau Kembali

Kau Selalu Ada

Sebelum Di Sisiku
Kau Telah Mendamaikanku

Sebelum Dipelukanmu

Kau Telah Meneduhkan Penatku

Ku Ingin Kau Selalu Ada

Untuk Selalu Menyayangiku
Hingga Nafas Lepas Dari Ragaku

Kamis, 01 Maret 2012

Bertahan

Biarkan Kesah Ini Kubertahan
Menggenggam Bara Kerinduan

... Sendiri Terbelenggu
Dalam Sukma Menggema Lara
Rindu Ini Tiada Ujungnya

Kembalikanlah Asa Ku
Kesemula tiada Rindu Yang Pilu

Redamkanlah Yaa RABBI

Kuingin
Malam Ini Tidur Lelap
Dibuai Malam Yang Pekat
Damai Dalam Mimpi

Syair

walau sejuta pilu
menghujam
akan terus ku dendangkan
nyanyian cinta dari jiwa

... Walau sumbang jadi aral
tak kan mampu merintang

Demi cinta ku
Demi rindu ku
yang hanya pada mu

Syair dari hati
nada mendayu syahdu
semoga kasih mendengar
jerit tangis ketulusan ku.

Dimana...???

Untuk Rembulanku
Engkaulah Cahaya, Yang Tak Pernah Lelah
Walau Terangnya Pagii
Mengubah Warnamu Memucat Pasi
Engkau Kan Kembali
...
Untuk Kejoraku
Walau Kabut Membalutmu
Dalam Sendiri Bertahan Menyatu
Meski Bintang Yang Lain Tak Acuh
Cahayamu Tak Jua Lumpuh

Malam Semakin Kelam
Anganku Tak Jua melayang
Terbelenggu Rindu Berpadu
Terhimpit Sepi Hati Nan Sunyi

Dimana Kekasihku Kini

Pusara Hati

Duhai engkau bunga jiwa ku,
Masih ingatkah engkau
di kala purnama itu indah
Masih ingatkah saat gemintang menaburkan
cahaya nya,
... dan
di antara deburan gelombang di tepi pantai
terhampar butir-butir pasir penuh harapan

Masih ingatkah.....
di sudut bebatuan
engkau dan aku memahat sebuah janji
di hati

Duhai bunga jiwa ku....
lalu kemana engkau kini
pergi
mengapa tak kunjung kembali

Tahu kah engkau bunga jiwa ku
di pantai ini, aku masih
selalu menanti
seperti karang yang terhempas ketidak pastian..

Pagi

Pagi menyambut
dengan rinai yang terjatuh dari telaga langit

Bersemi bunga indah
di taman istana para
... pemuja cinta

Semoga derasnya
dapat menghapus luka
semoga wangi aroma nya
dapat bangkitkan lagi
rasa untuk asmara.

Rindu bergelora


Aneh……..
satu kata yang tiba-tiba melintas dibenak fikirku…
tentang sikapku…
egoku…
khilafku…
kusemakin tak fahami jati diriku…
diantara tekanan kehampaan yang membelut hari-hari sepiku…
ada satu nama terpahat rapi dalam prasasti hati…
namun ragu tak henti mendesak,
bimbang pun mengiyakan, mengoyahkan penaku…
andai saja langit tak hanya biru…
bisakah senja berwarna ungu…
merah fajar tak akan pernah berganti hijau…
aku bener-bener tak habis pikir…
kenapa kutak bisa meredam gejolak rindu ini…..