Cari Blog Ini

Selasa, 21 Februari 2012

Kegelisahan

Kegelisahan hati saat tanpamu..
Merasuk jiwa tumbuhkan rasa rindu...
Hampa dan sepi mewarnai hari..
Yang ku lewati tanpa canda tawa mu.,

... Kini ku sendiri tanpa ada yang menemani...
Berteman goresan luka yg teramat lara di hati ini...
Cinta yang dulu selalu ku puja puja..
Kini dengan teganya menggoreskan luka,

Janji yang dulu di ikrarkan untuk BERJALAN BERSAMA..
Kini telah ia ingkari ..
Aku tak mengerti mengapa dia tega..
Padahal aku tak sedikit pun buat ia kecewa.

Kini hancurlah sudah mimpi dan harapan ,
Tinggalah luka dan kecewa yg kini mewarnai jiwa.
Hancur hatiku saat tau .
Tapi apalah daya ku tak tahu harus berbuat apa...
Aku hanya mampu berdoa..
Smga dia temukan bahagi bersama pilihan hatinya..

Dalam sepi

dalam sepi kucipta bayangnmu kususun pesonamu,,lewat ksendirianku.... 
Mendekap... Kesunyian malam membelai kehampaan

Betapa beratku rasa dalam kerinduan...
Merinti pilu menyesak dalam pikiran..
Kutawarkan dengan bayangan...

Sambil merangkai sejuta harapan....
Saat nan indah dalam pelukan
Irama malam jadi hiburan...
Tarian nyamuk menjadi teman...
Bintang malam kian asik menari tiada tau kerinduan hati ini —

Ku coba


Ku coba baca hatimu
Lewat syair yang engkau ukir
Setiap waktu ku mengikutimu
Lewat deretan kata demi kata
Apakah semua itu isi hatimu
... Atau hanya goresan tinta pelengkap netra
Aku tahu, sejauh mana kau melangkah
Dihatimu selalu ada cinta
Kemanapun kakimu berpijak
Pasti kembali walau sejenak
Karena cinta mu
Ada di sisiku ♥

Perkenalan Itu......!!!


Sekilas Menyapa
Tergores Rasa
Ia Tumbuh Seolah Ditaburi Benih
Subur Dan Berkembang
... Perkenalan Sesaat
Begitu Menjerat Sukma
Rindu......Lara
Memendam Perasaan Tiada Berdaya

Andai Saja Mega
Mampu Menyampaikan Resahku
Tuk Ia Hadirkan
Dipangkuan Si Dia
Kuharap Bawakan Cintaku
Yang Bergejolak Di Rongga Dada

Masih bolehkah...????


Masih bolehkah mengingat
... Bila langkah tlah pergi
Mungkin tak akan kembali
Tapi bila hati masih tertinggal
Bagaimana cara lanjutkan hidup
Tanpa sepi yang bergelut

Masih bolehkah kupandangi
Jejak langkah pada titian matahari
Kalau jemarimu membaluri warna pelangi
Dan ikut kurengkuh bias warnanya
Aku bagai mendulang jelaga air mata
Ketika coba lenyapkan bias pada mimpi yang tak mati

Dari jauh aku menelisik kisah
Mengusap setiap bingkai kenangan
Hingga petanya tetap jelas kubaca
Pada kanvas kehidupan kulukis wajah
Dari siluet hingga utuh ujudnya
Wajah itu tetap hanya wajahmu cinta

I Hope


Berliku Jalan Kutempuh
Sejauh Mataku Memandang
Sosok Bayangmu Berdiri Menghadang

... Sekiranya Kau Tahu
Kau Belahan Jiwaku
Mengejarmu walau Terjatuh
Berharap Dapat Kugapai Genggamanmu

Sekilas Hati Hanya Mimpi
KAU HANYA MENYAKSIKAN KU TERSUNGKUR
LALU KAU PERGI LAGI
TINGGALKANKU DALAM LUKA

Ketika

Ketika Langkah
Kurasa Tak Terarah
Menatap Kosong Angkasa
Melihatnya Tenang Menaungi Awan
Yang Sebentar Tersiram Hujan
... Ia Tak Akan Berpindah

Seperti Kasih Dan Sayangnya
Setiap Saat Selalu Menguatkan Langkah
Meski Perih Merajam Dada
Dia Selalu Tetap Menjadi Tempatku Berteduh

Dengan Kesabarannya Luar Biasa
Terima Kasih TUHAN
ENGKAU Telah Hadirkan Dia Dalam Hidupku