Cari Blog Ini

Senin, 05 Desember 2011

Membangun Optimisme


Dalam kehidupan sehari-hari sering sekali kita menemui orang-orang yang memiliki optimisme begitu tinggi  untuk meraih suatu prestasi tertentu dan cenderung menganggap enteng segala tantangan yang mungkin menghadang. Namun demikian, dibalik sikap optimisme tersebut tidak jarang kita juga menemukan bahwa orang tersebut cenderung tidak memiliki dasar atau landasan kuat untuk mendukung optimismenya yang terefleksi dalam bentuk minimnya persiapan dan rencana, ketekunan, keras keras, kemampuan yang dimiliki, dst. Akibatnya ia tidak pernah berhasil mencapai prestasi yang tadinya sangat diyakini akan dapat dicapai.  Bahkan banyak yang berakhir dengan kekecewaan dan frustrasi mendalam. 

Jika menilik kondisi diatas maka pasti akan timbul berbagai pertanyaan dalam benak kita. Apakah salah jika seseorang memiliki optimisme yang tinggi? Jika orang tersebut telah memiliki optimisme, lalu hal-hal apa saja yang bisa menghambatnya sehingga gagal mewujudkan cita-cita atau impiannya? Hal-hal inilah yang akan dicoba untuk dibahas dalam artikel ini.   

Membumi


Selamanya anda tidak bisa melepaskan diri dari keterikatan waktu. Masa lalu telah menjadi sejarah. Ia memberi banyak pelajaran tentang suatu hal yang membedakan tetapi jangan sampai anda hidup di dalamnya dan terlilit belenggunya. Sementara masa depan masih  berupa wilayah yang penuh misteri dan keajaiban. Masa lalu adalah peta tentang dari mana anda dan masa depan merupakan wilayah tentang kemana anda. Maka tugas anda adalah menggoreskan pena imajinasi tentang masa depan di atas kertas sejarah masa lalu. 
Optimisme akan masa depan tidak dibangun di atas harapan utopis atau impian kosong karena harapan dan impian seperti itu bersifat gratis dan bisa dimiliki oleh semua orang dalam jumlah sebanyak mungkin. Kalau sekedar bicara harapan dan impian, tentu semua orang ingin makmur, hidup enak, berfoya-foya, terhormat dan digolongkan ahli surga. Namun dalam kenyataan berapa persen yang bisa mewujudkan impian tersebut? Anda pasti tahu jawabannya.  

Masa depan harus dibangun dengan optimisme alamiah yang membumi dan hanya bisa dijawab oleh kualitas pribadi anda untuk menggunakan masa sekarang ini. Bagaimana cara anda mengisi hari-hari anda di masa sekarang sebenarnya itulah sketsa paling reliable untuk memahami masa depan anda.

Langkah Alamiah


Bagaimana caranya anda membangun optimisme yang membumi? Ikuti langkah alamiah berikut:

1.  Keyakinan

Keyakinan seperti apakah yang dibutuhkan saat anda mendesain masa depan? Anda membutuhkan  keyakinan faktual  sebagai alasan mengapa anda memiliki optimisme yang kuat. Dengan kata lain, jika anda memahami tahapan persoalan dari konsepnya yang paling utuh, berarti anda sudah memahami bagaimana persoalan tersebut akan berakhir. Dale Carnegie menyebutnya ilmu pengetahuan khusus, yaitu pemahaman menyeluruh tentang suatu hal yang spesifik. Ilmu pengetahuan khusus inilah yang menempati level hukum wajib untuk anda cari, yaitu ilmu tentang keadaan hidup anda.

Oleh karena itu milikilah alasan-alasan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu hasil  sehingga anda merasa layak untuk yakin.  Berilah diri anda alasan yang kuat, mengapa anda pantas memiliki keyakinan tentang suatu hal. Batas anda untuk yakin dan ragu-ragu terkadang lebih sering berupa batas kemampuan anda untuk mengetahui bagaimana sesuatu terjadi (how something happens). Para pakar manajemen menyebutnya sebagai kemampuan untuk memahami hasil akhir. Oleh karena itu dibutuhkan data akurat, informasi perkembangan operasional, dan standarisasi solusi bagi kerumitan tekhnis. Dan terus terang, ketika sudah bicara standarisasi, maka referensinya adalah pengalaman dan pengetahuan. Layaknya makhluk lain, anda pun punya data pengalaman tentang “power of story” yang dapat anda jadikan sebagai referensi.

Selain keyakinan faktual,  anda membutuhkan  keyakinan mental terutama ketika anda sedang menghadapi pekerjaan yang sifatnya start-up.  Mengapa anda membutuhkannya?  Seluruh dalil kehidupan menunjukkan "life is game", meskipun tidak berarti main-main atau sandiwara belaka. Andalah  sebagai pemain utama sekaligus penonton. Ketika anda tidak memiliki keyakinan mental maka sangat bisa dipastikan karakter yang anda presentasikan di atas panggung kehidupan ini sulit menciptakan kepuasan internal dan tidak memiliki daya tarik untuk merebut apresiasi penonton.

Bagaimana orang lain memberlakukan anda diawali dari bagaimana anda memberlakukan diri anda. Jika anda tidak yakin bahwa anda memiliki kemampuan untuk bermain secara utuh, maka karakter hidup yang anda peragakan adalah karakter  ragu-ragu untuk sukses. Dalam teori Samurai, prajurit yang biasanya membunuh musuh adalah prajurit yang punya persiapan penuh untuk mati. Sebaliknya prajurit yang biasanya tertikam oleh pedang musuh adalah mereka yang keyakinannya setengah-setengah. Agama menyebutnya dengan istilah "faith" yang berarti "substance" atau "the peach of real".

Keyakinan bahwa anda memiliki kemampuan meraih sukses melahirkan pribadi yang puas terhadap kehidupan dan oleh karena itu energi yang dihasilkan bersifat  positif. Energi inilah yang akan melindungi keyakinan anda dari virus yang berupa keragu-raguan, rasa tidak berdaya, pesimisme tidak beralasan, rasa khawatir yang berlebihan terhadap tahayul 'jangan-jangan' dan distraksi yang menyebabkan anda terseret dari garis fokus hidup anda. Anda menjadi mudah tergoda oleh banyaknya intimidasi orang atau keadaan karena kaki anda belum sepenuhnya menginjak di atas tanah realitas kehidupan. Selain itu,  karakter hidup yang tidak kental juga tidak memiliki daya tarik terhadap orang lain. Pebisnis dengan keyakinan tinggi terkadang bisa merebut pelanggan dengan harga yang lebih tinggi dibanding dengan harga yang ditawarkan oleh pebisnis amatiran.

2.  Kontrol Diri

Kontrol diri erat kaitannya dengan bagaimana anda menggunakan pilihan hidup. Disadari atau pun tidak, selama hidup anda selalu disodorkan sejumlah pilihan seiring dengan detak jantung anda. Mana yang akan anda pilih, anda jengkel karena keadaan semrawut atau karena anda jengkel sehingga keadaan menjadi semrawut. Pilihan seluruhnya di tangan anda. Anda berpikir negatif karena keadaan yang negatif atau karena anda berpikir negatif sehingga keadaan menjadi negatif. Terus terang sebagai manusia biasa terkadang anda sering tergelincir ke dalam situasi hidup bahwa realitas adalah monster yang memberi anda kepastian sehingga di hadapannya anda tidak sempat menyadari bahwa realitas adalah hasil pilihan anda.

Ketika kontrol diri tidak lagi berada pada kesadaran bahwa realitas adalah hasil dari akumulasi pilihan maka optimisme mulai meninggalkan  anda karena energi yang bekerja membentuk format hidup anda berupa energi negatif. Saat itulah anda tergoda untuk memilih keyakinan bahwa lebih besar tentangan ketimbang kemampuan; lebih banyak problem ketimbang solusi; hutang melebihi jumlah pemasukan; keterbatasan lebih berkuasa ketimbang keunggulan anda; dan semua yang anda lakukan pantas dianggap kenihilan belaka. 
Kondisi tersebut mungkin persis seperti yang pernah dirasakan oleh seorang presiden Amerika  ketika negaranya nyaris amburuk tertimbun krisis.  Napoleon Hill, sang penasehat pribadi dipanggil untuk berbicara tentang solusi.  Saran pertama yang keluar dari mulut pengarang legendaris ini adalah agar sang presiden mengeluarkan "Undang-Undang Wajib Optimisme" melawan krisis. Bahwa bangsa Amerika adalah bangsa besar dan punya asset yang besarnya melebihi krisis sehingga tidak ada alasan sedikit pun yang membenarkan untuk menyerah. Undang-undang tersebut harus disosialisasikan melalui media massa, lembaga swasta dan pemerintah agar rakyat Amerika menjadi "pede" menatap masa depannya.  Napoleon-lah yang akhirnya menulis: "Effort only fully releases its reward after a person refuses to quit". Jangan heran jika keturunan Amerika sampai kini punya self-confidence lebih besar dari bangsa lain.

Merujuk nasehat Napoleon yang punya andil besar  terhadap SDM Amerika,  maka kesadaran yang anda butuhkan untuk membangun optimisme berupa kesadaran The Law of Farmer (Hukum Petani) Hukum Petani memberi isyarat bahwa tidak ada effect tanpa cause yang bukan sembarang cause tetapi cause yang didukung oleh pengetahuan anda tentang bibit unggul, tanah yang subur dan kecocokan musim selain juga dibutuhkan sistem perawatan.  Rawatlah benih yang anda taburkan di atas tanah yang sudah anda yakini kesuburan dan kecocokan musimnya  dengan menaburkan pupuk dan pengairan yang cukup. Untuk diri anda, berilah pupuk yang mereknya bernama fokus, komitmen pada tujuan akhir, konsistensi, atau determinasi. Setelah semua anda berikan, istirahatah yang cukup.

3.  Kohesi

Lingkungan memiliki energi, roh, atau power untuk membentuk anda meskipun akhirnya keputusan tetap di tangan anda. Lingkungan bagaikan penasehat tanpa jabatan. Sayangnya, anda secara alami cenderung terbawa larut oleh lingkungan tanpa keputusan yang kuat untuk menciptakan seleksi. Akibatnya anda menjadi sosok yang diciptakan oleh lingkungan. Sehingga jadilah anda sosok yang biasa-biasa saja dan tidak pernah menempati wilayah posisi decision maker meskipun untuk persoalan anda sebagai the person.

Tidak semua energi yang dikeluarkan lingkungan memiliki daya tarik ke hal-hal negatif tetapi kesalahan tentang lingkungan terjadi ketika anda mengabaikan prinsip dasar kebenaran alamiah bahwa dunia ini diciptakan dari hukum partnership, kerja sama bukan sama-sama kerja atau  hukum Salome, satu piring untuk semua orang.  Maksudnya jika anda hanya memiliki satu lingkungan yang sangat terbatas, maka lingkungan itulah yang menjadi identitas anda. Ibaratnya, seperti katak di dalam tempurung. Padahal satu gagasan hidup menuntut aplikasi sekian perangkat di mana masing-masing perangkat ikut andil sesuai kekuatannya.

Terhadap lingkungan, pilihan yang paling bijak adalah, mulailah untuk menemukan lingkungan kondusif  untuk pengembangan anda dan jika anda belum atau tidak menemukannya, maka ciptakan sendiri, meskipun  keberadaanya di dalam diri. Ciri umum yang menonjol untuk lingkungan kondusif adalah ketika kohesi yang membentuknya didasarkan pada kebenaran alamiah baik cara atau substansinya  dan semangat yang dikobarkan adalah perjuangan gagasan yang berarti kesadaran terhadap hukum petani.

Sekokoh apapun konstruksi lingkungan jika substansinya melawan kebenaran alamiah maka hasil akhirnya tidak jauh dengan lingkungan yang dikelola dengan cara-cara melawan kebenaran meskipun bersubstansi benar. Di samping itu lingkungan yang tidak menaruh dukungan utuh terhadap perkembangan anda, sama artinya dengan belenggu. Jika anda tidak menemukan celah yang terbuka untuk mematangkan  gagasan perjuangan hidup di rumah, carilah sahabat seperjuangan di luar rumah. Jika sahabat anda tidak bisa menjadi sumber kekuatan untuk pengembangan profesi atau karir  atau keuangan, temukan pasangan di tempat lain.  

Dengan memahami cara-cara di atas, maka penulis berharap bahwa anda dapat membangun optimisme yang membumi sehingga tidak terjadi frustrasi karena anda gagal mencapai apa yang anda inginkan. Selamat mencoba dan semoga berguna.