Cari Blog Ini

Sabtu, 15 Oktober 2011

MAAF...SAYA BUKAN PECUNDANG

Bergaul dengan pecundang hanya akan menimbulkan malapetaka. Betapa tidak, belum juga Anda memulai rencana hinaan sudah datang bertubi-tubi, semangat pun surut di tengah jalan. Bila Anda tidak sanggup mematahkan pendapat atau cibiran para pecundang tersebut maka Anda akan terpengaruh dan membenarkan komentar mereka, secara tidak sadar Anda terpengaruh dengan pola pikirnya itu, sehingga Anda menjadi orang yang tidak mempunyai pendirian.
Untuk itu jauhilah mereka yang selalu membunuh motivasi Anda. Jadikan cibiran orang sekitar Anda sebagai tantangan dan pemicu semangat untuk membuktikan bahwa Anda bisa. Pilihlah sendiri jalan hidup Anda, bukan orang lain, bukan orang–orang yang mencibir atau orang yang memberikan semangat pada Anda.
Dalam hal meningkatkan motivasi, saya teringat dengan kata sambung, ”Meskipun/walaupun, dan karena” yang diajarkan oleh guru saya pada saat saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar beberapa tahun silam. Kalimatnya sangat sederhana, contohnya “Saya tetap bersemangat pergi ke sekolah walaupun hari hujan.” Kalimat tersebut membuat saya terinspirasi untuk terus masuk sekolah walaupun hari hujan, jalanan becek sementara harus jalan kaki dan sebagainya. “Karena hari hujan, saya memakai payung pergi ke sekolah.” Karena guru tidak masuk mengajar, kami gunakan waktu untuk belajar kelompok” Jangan memakai kata sambung untuk memutarbalikkan fakta atau hanya untuk membela diri seperti, “Karena hari hujan saya tidak masuk sekolah, karena guru tidak bagus mengajar saya jadi bodoh dan tidak naik kelas, karena saya berasal dari desa, saya tidak menjadi orang yang sukses.
Apabila Anda merasa tidak bersemangat dalam menghadapai sebuah pekerjaan, Anda harus membangkitkan diri Anda dengan kata-kata positif seperti, “Walaupun saya ditolak berkali-kali, tidak membuat saya patah semangat untuk terus berjualan, karena semakin sering ditolak, semakin saya dapat pelajaran kenapa mereka belum menerima atau mengerti tentang produk atau jasa yang saya tawarkan. Walaupun prestasi kerja saya dinilai tidak bagus, saya tetap bekerja dengan baik, meskipun banyak orang mencibir, saya tetap bekerja dengan rajin dan semangat, yang penting saya selalu mematuhi segala peraturan dan norma-norma yang berlaku. Karena kerja adalah ibadah, kalau saya tidak kerja bagaimana nasib anak isteri, bagaimana masa depan anak-anak saya.” Saya yakin dengan memiliki pola pikir seperti itu kita tidak akan menjadi orang yang egois di tempat kerja. Karena egosentris prestasi dan potensi diri tidak dapat dikembangkan.
Siapa pun Anda, tidak ada alasan untuk tidak sukses. Berasal dari desa bukan penghalang untuk sukses. Sebaliknya orang-orang yang gagal sering memikirkan kalimat seperti ini ”Karena mereka, saya tidak semangat bekerja,” atau “Karena atasan seperti itu, saya tidak semangat bekerja.” Mereka sering menggunakan kata ”Karena” daripada “Walaupun” hanya untuk membela diri.
Anda pasti bisa merealisasikan cita-cita dan harapan dengan tetap bersemangat. Sekali lagi, gunakanlah kata “Meskipun/walaupun” untuk membangkitkan motivasi. Jagalah mood dan motivasi anda setiap hari.
Hanya ada dua kemungkinan yang terjadi pada mood seseorang, bagus atau tidak. Bagus atau jelek pasti ada konsekuensinya, untuk itu jagalah mood Anda agar tetap bagus. Badan boleh sakit, tapi pikiran tidak boleh sakit. Karena kalau pikiran sehat, badanpun akan menjadi sehat.
Orang yang memiliki semangat tinggi menjalani hidup tidak pernah mengeluh, karena ia menyadari betul bahwa hidup memang harus berjuang, tanpa perjuangan hidup bagaikan mimpi tanpa kenyataan. Raihan prestasi dan kualitas hidup tanpa perjuangan laksana kemenangan tanpa kebanggaan. Untuk itu raihlah kualitas, prestasi dan kesuksesan hidup melalui usaha sendiri, jangan tergantung pada kontribusi orang lain. Entah itu teman, saudara, atau orang tua sekalipun. Anggaplah kontribusi baik materi maupun kekuasaan dari teman, saudara dan orang tua sebagai modal yang tidak boleh disia-siakan untuk terus melangkah lebih sukses lagi. Sementara bagi yang tidak mendapatkan kontribusi materi ataupun kekuasaan dari kerabat atau teman dekat yakinlah pada diri Anda sendiri. Karena kesuksesan tidak tergantung pada orang lain, tapi tergantung pada diri Anda sendiri.
Jangan biarkan putus asa melanda Anda, bangkitkan terus motivasi Anda tanpa kenal lelah apalagi menyerah. Diberhentikan dari sebuah perusahaan bukanlah akhir dari segalanya. Sekali dikecewakan klien jangan sampai melemahkan semangat Anda.
Suatu ketika pada akhir tahun 2006 saya dan teman-teman satu perusahaan, hampir seribu orang karyawan diPHK secara massal karena perusahaan tutup. Sedih, putus asa dan malu mendera hati Saya dan teman-teman. Saking frustasinya, ada yang sampai menjual rumah, karena malu menjadi pengangguran. Memang pada saat itu banyak karyawan yang shock, seakan tak percaya perusahaan sebesar itu akhirnya tutup, tidak beroperasi lagi. Tidak sedikit diantara mereka yang putus asa, pada saat itu saya hanya berpikir bahwa saya harus berjuang lagi, perusahaan boleh berhenti, tetapi saya tidak boleh berhenti bekerja. Dan Alhamdulillah saya bisa berkarya dan berkarya. Diberhentikan dari pekerjaan itu bukanlah sebuah aib, tapi hanya sekedar kerikil kecil yang hendak menggoda dan menunda kesuksesan. Ambil hikmah dari pemutusan hubungan kerja (PHK) itu untuk lebih meningkatkan diri dengan mencoba bekerja di bidang lain. Atau jika ada pesangon, gunakanlah sebagai modal untuk membuka usaha. Banyak kisah sukses yang kita lihat dan baca karena mereka di-PHK dari perusahaan tempat bekerja kemudian menjadi pengusaha. Tidak ada yang sulit sebenarnya, yang membuat sulit adalah karena kita berpikir terlalu rumit dan berbelit-belit. Padahal berpikir terlalu rumit justru malah membuat pikiran menjadi buntu, lalu berkuranglah kreativitas.
Pengalaman adalah pelajaran paling berharga dalam hidup, sebijak apapun nasihat, informasi, pelajaran dan masukan dari orang lain, pengalaman diri sendiri tetaplah aktornya. Darinya bisa lahir motivasi luar biasa yang mampu menuntun arah dan irama hidup.
Anggapan negatif dari orang lain hendaknya menjadikan Anda terbangun dari tidur, buktikan bahwa Anda memang pantas untuk sukses. Jangan cepat marah dengan kritikan orang lain, karena boleh jadi ada benarnya. Oleh karena itu jangan terlalu reaktif terhadap kritikan, apalagi menimbulkan dendam, sebab menyimpan amarah sangat berbahaya bagi diri Anda sendiri, ia akan menghancurkan masa depan Anda sendiri. Menyimpan amarah tak ubahnya seperti memasukkan garam ke dalam tangki mobil Anda, akibatnya mobil menjadi mogok, lalu mesinnya rusak.
Sekali lagi, tenang dan bersabarlah tatkala mendapat kritikan pedas. Kuasai diri Anda saat menghadapi setiap kritikan, cacian dan cemoohan, Karena bila tidak, Anda akan terseret ke dalam pola pikirnya. Mark Twain mengatakan “Keep a way from people who try to belittle your ambitions.”
Mark Twain menyarankan untuk menjauhi orang–orang yang berpotensi mematahkan ambisi Anda. Kecuali mental Anda memang sudah cukup kuat, hingga caci maki, kritik dan ocehan orang malah menjadi spirit dan motivasi untuk membuktikan bahwa Anda tidak seperti yang mereka duga.
Perjalanan seseorang menuju kesuksesan biasanya dibarengi dengan berbagai macam ujian dan tantangan yang terkadang melelahkan. Pepatah Inggris mengatakan “ From success to Failure is one step, from failure to success is a long road” Dari kesuksesan menuju kegagalan hanya selangkah, sedangkan untuk mencapai kesuksesan memerlukan jalan yang panjang.
Untuk itu hadapi segala situasi dan tetap semangat agar apa yang Anda inginkan tercapai, jangan terlalu reaktif terhadap situasi yang terjadi, karena boleh jadi itu adalah cara atau jalan yang memang harus Anda tempuh untuk membangkitkan motivasi Anda menuju sukses.
Robert Conklin mengatakan “It’s not the situation….It’s your reaction to the situation.” Bukan situasi atau keadaan yang terjadi terhadap Anda, tapi bagaimana reaksi Anda terhadap situasi tersebut. Mampukah Anda menghadapi apa yang terjadi terhadap Anda dengan bijak?, bila mampu, maka Anda pantas disebut sebagai orang-orang yang sukses.
Motivasi bisa datang dari mana saja, bisa dari diri sendiri ataupun dari luar, dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, atau kesuksesan orang lain, dan sebagainya. Bila ingin sukses, bangkitkan spirit dalam diri anda sendiri.