Cari Blog Ini

Minggu, 22 Januari 2012

Kuingin

Seperti syair yang kau tuliskan
Seperti senyum yang kau sunggingkan
Aku tak pernah lelah
... Dan tak pernah merasa bosan
Bahkan ku selalu
Menanti sapaanmu datang

Kuingin
Menjadi orang yang terakhir
Kali kau tatap kala kau beranjak tidur
Dan
Kungin menjadi
Orang yang pertama kau lihat
Saat kau bangun terjaga dari tidur

Met malam kekasih hatiku
Semoga dalam mimpi pun
Kau merasa bahagia dengan mimpi yang indah

Aku tak mampu

Aku tak mampu
kepakan sayap-sayap
tuk menggapai bintang
di langit

... Rapuh telah rapuh
bagai mana mungkin
ku dapat meraih rembulan kepangkuanku

Terlalu lemah diriku
untuk memecahkan
karang, yang menghimpit
nurani

Biarlah ku hanya pasrah,
Bagai pasir menantikan
deburan ombak di pantai
hati mu.

Sabtu, 21 Januari 2012

Dekapan Cinta

Pantaskah aku meminta
Sedang aku tak kuasa
Sanggupkah aku memberi sedang aku tak punya ...
Malam ini
Di sudut kamar dingin ini
Aku menanti kekasih
Meski hanya bayangnya yang hadir
Menyelinap kelambuku yang kusam
Kuharap dia datang
Walau hanya dalam mimpi semalam
Mengobati rinduku
Walau bak setetes gerimis yang rikuh

Malam semakin panjang
Termenung di beranda hati
Kekosongan dan sepi memerih
Mungkinkah
Hingga pagi menjelang
membayang dalam lelapnya malam

Sabtu, 14 Januari 2012

Prestasi Anak atau Ambisi Orangtua?


Bila kita amati, sejak dini anak-anak telah dikenalkan dengan persaingan. Bentuknya pun beragam, mulai dari lomba, sayembara, kompetisi hingga olimpiade. Ini bertujuan agar anak memiliki mental kompetitif dan tidak gampang menyerah. Selain itu, sekolah pun tidak mau ketinggalan. Berbagai program disiapkan agar anak menjadi seorang pemenang.
Program teranyar yang dibuat oleh sekolah adalah RSBI atau Rintisan Sekolah Berstandar Internasional. Tidak sedikit orangtua yang berusaha untuk memasukkan anaknya ke dalam sekolah-sekolah dengan standar internasional. Mahalnya biaya tidak menjadi halangan.
Tanpa orangtua sadari, sikap ambisius orangtua seringkali membuat anak terkungkung dalam situasi yang menekan. Ambisi ini dapat berupa sikap menuntut anak untuk berprestasi pada suatu bidang. Tak jarang, bila anak gagal mencapai target, anak akan dianggap bodoh dan gagal. Kompensasinya, orangtua akan memarahi, “menghina”, atau menyindir. Selain itu anak akan diikutkan bimbingan belajar dan tambahan pelajaran agar tidak tertinggal.
Jam belajar yang sudah lama semakin bertambah panjang, 8 jam di sekolah masih harus ditambah beberapa jam lagi di luar sekolah. Situasi seperti ini, bisa jadi menekan bagi anak karena ia tidak punya kesempatan untuk bermain dan bersosialisasi. Anak tumbuh dalam ketakutan untuk gagal dan melakukan kesalahan.
Perasaan tersebut menjadi sebuah tekanan batin bagi anak. Bila anak terus merasa tertekan, berbagai kegiatan positif yang diikutkan orangtua akan menjadi momok. Bisa saja, anak akan membolos dan menggunakan berbagai alasan untuk menghindari kegiatan tersebut.
Jika sudah begini, impian untuk mendapat prestasi akademis yang baik tinggal menjadi kenangan. Motivasi berprestasi anak akan turun dan digantikan perasaan cemas serta takut gagal. Kondisi ini, membuat anak enggan mencoba meraih nilai cemerlang. Bukan tak mungkin, anak akan gagal meraih prestasi dan tak naik kelas.
Tentu ini bukan akhirbyang kita harapkan. Kita semua berharap bahwa anak akan memiliki prestasi cemerlang dan dapat menjadi kebanggaan orangtua. Bila perlu, anak dapat membawa nama bangsa ke ranah internasional. Untuk itu, orangtua perlu mendukung anak. Perhatian, keadaan lingkungan, menjaga kesehatan, serta asupan gizi menjadi salah satu penting untuk meraih kesuksesan.
Namun, yang perlu ditekankan adalah, orangtua perlu ingat, bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk kemajuan anak. Bukan untuk ambisi atau obsesi pribadi. Jangan sampai anak merasa tertekan dan tidak nyaman dalam menjalani hidup. Biarkan mereka memilih apa yang terbaik bagi mereka.
Bila anak adalah anak panah, maka orangtua adalah busurnya. Tugas orangtua adalah memberikan dorongan serta mengarahkan, bukan memaksa! [ ]

Jumat, 13 Januari 2012

Makna Letak Tahi Lalat



No.Letak Tahi LalatMakna
1. Tahi Lalat di Ujung Mata Kanan/KiriDapat Dipercaya tapi Pendiam
2. Tahi Lalat di Pangkal HidungPandai dan Baik Hati
3.Tahi Lalat di Alis KananSuka Menolong
4. Tahi Lalat di Alis KiriDicintai Banyak Orang
5. Tahi Lalat di HidungBanyak Rezeki
6. Tahi Lalat di Hidung BawahPandai Bicara, Banyak rezeki
7. Tahi Lalat di Bibir AtasCerdas, Banyak Rezeki
8. Tahi Lalat di Bibir BawahBaik Hati
9. Tahi Lalat di Pipi Kanan/KiriDermawan
10. Tahi Lalat di Pipi TengahDisukai
11. Tahi Lalat di Ujung MulutPandai Bicara
12. Tahi Lalat di DaguPandai Bicara dan Jujur
13. Tahi Lalat di Telinga KananKeras dan Gampang Emosi
14. Tahi Lalat di Telinga KiriPintar dan Jujur
15. Tahi Lalat di Leher Bagian DepanBijaksana
16. Tahi Lalat di Leher Bagian BelakangKecil Hati, mudah Putus asa
17. Tahi Lalat di Bahu KananPendiriannya Teguh
18. Tahi Lalat di Bahu KiriPikirannya Selalu Ruwet
19. Tahi Lalat di Buah Dada Kanan/KiriNafsunya Besar
20. Tahi Lalat di Antara Buah DadaBaik Hati
21. Tahi Lalat di PunggungDapat di Percaya
22. Tahi Lalat di tengah Perut (sekitar Pusar)Dapat di Percaya
23. Tahi Lalat di PinggangJujur dan Tabah
24. Tahi Lalat di PantatSering Menderita
25. Tahi Lalat di Pangkal PahaTangkas dan Banyak Rezeki
26. Tahi Lalat di Daerah KemaluanNafsu Besar
27. Tahi Lalat di Lutut DepanKuat Berjalan
28. Tahi Lalat di Lutut Sebelah Dalam (Lipatan/belakang lutut)Hatinya Tidak Tetap
29. Tahi Lalat di BetisDapat di Percaya
30. Tahi Lalat di Tulang Kaki Kanan (Tulang Kering)Pemboros
31. Tahi Lalat di Tulang Kaki KiriPemberani
32. Tahi Lalat di Pergelangan KakiKuat Berjalan
33. Tahi Lalat di TumitTidak dapat di Percaya
34. Tahi Lalat di Jari-Jari KakiSuka Bekerja
35. Tahi Lalat di Lengan Kanan/KiriSuka Bekerja
36. Tahi Lalat di Telapak KakiBaik Hati
37. Tahi Lalat di Telapak Tangan KananPandai Menyimpan Harta
38. Tahi Lalat di Telapak Tangan KiriPemboros
39. Tahi Lalat di Telapak BelakangKuat Kaya
40. Tahi Lalat di Ujung SikuBaik Hati
41. Tahi lalat di Siku Bagian dalamSelalu Tabah
42. Tahi Lalat di jari-jari TanganBanyak Rezeki
43. Tahi Lalat di Pergelangan TanganPemboros
44. Tahi Lalat di Ubun – UbunTamak akan harta benda, Jahat, dan Jahil
45. Tahi Lalat di Unyeng – Unyeng (Puser di kepala)Pendiam tapi Banyak Akal dan Cerdas
46. Tahi Lalat di Kepala Bagian BelakangDapat di Percaya, Pemberani, dan Sabar
47. Tahi Lalat di Kepala Sebelah KiriWataknya Buruk
48. Tahi Lalat di Dahi Kanan atau KiriKepribadiannya Jelek
49. Tahi Lalat di Tengah- Tengah Dahi (Jidat)Pandai dan Baik Hati
50. Tahi Lalat di Pelipis Kanan/KiriBanyak Rezeki
51. Tahi Lalat di Kelopak Mata Atas Kanan/KiriPandai Membawa Diri
52. Tahi Lalat di Kelopak Mata Bawah Kanan/KiriSering Menderita
53. Tahi Lalat di Kepala Sebelah KananBanyak Rezeki