Cari Blog Ini

Rabu, 20 April 2016

RAHASIA DIBALIK USIA 40 TAHUN, SAMPAI ALLAH MENGISYARATKAN HAMBANYA SAAT DI USIA INI


Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan usia 40 tahun ini. Allah Ta’ala berfirman, “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15)

Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih. Di dalamnya terkandung penjelasan yang jelas bahwa mereka telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmonis, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.

Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman: “Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir : 37)

Para ulama salaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “umur panjang dalam masa yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut adalah ketika berusia 40 tahun.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila hal itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janji-Nya dalam ayat setelahnya, yaitu kematangan. Usia 40 tahun adalah usia matang bagi kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi kita tercinta, Muhammad SAW pun demikian. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, “Diutusnya Rasulullah (yaitu) pada usia 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari).

Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Mayoritas negara juga mensyaratkan bagi calon-calon yang akan menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat pun mengakui bahwa mantabnya prestasi seseorang tatkala orang tersebut telah berusia 40 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting?

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu: (1) Anak-anak (aulad); sejak lahir hingga akil baligh, (2) Pemuda (syabab); sejak akil baligh hingga 40 tahun, (3) Dewasa (kuhul); 40 tahun hingga 60 tahun, (4) Tua (syuyukh); 60 tahun ke atas.

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agamanya yang semasa mudanya jauh sekali dengan agamanya. Baik dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktunya dengan berjama’ah dan tepat waktu, memperbanyak sedekah, menutupi auratnya, atau dengan mengikuti kajian-kajian keagamaan. Seolah-olah di usia ini merupakan momentum kembalinya manusia kepada fitrahnya. Namun jika ada orang yang telah mencapai usia ini, akan tetapi tidak ada minat terhadap agamanya, maka hal ini sebagai pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia.Wal iyaadzu billaah.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).” (HR. Ahmad)

Hadits ini menyebutkan bahwa usia 40 tahun merupakan titik awal seseorang memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah Ta’ala, sekaligus konsisten terhadap Islam, sehingga Allah Ta’ala pun akan meringankan hisabnya. Inilah keistimewaan orang yang mencapai usia 40 tahun. Akan tetapi, usia 40 tahun merupakan saat di mana orang harus berhati-hati juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk waktu senja.

Abdullah bin Abbas mengatakan, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantab dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”

Imam Asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syari’at lazim bagiku.”

Kematian Bisa Datang Kapan Saja

Satu perkara yang kita harus senantiasa kita sadari bahwa kematian bisa memanggil kita kapan saja tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk mulai memperbaiki diri, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika ternyata umur kita tidak panjang.

Maka dari itu, di sisa-sisa usia kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan tujuan hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, menjaga makan dan tidur, serta menjaga keistiqamahan dan berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah.

Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Mengingati mati bukan berarti kita akan gagal di dunia ini. Akan tetapi dengan mengingati mati kita berharap menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat kelak. Janganlah menunggu hingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, karena mati boleh datang kapan saja.

Akhirnya, semoga kita bisa memaksimalkan sisa-sisa umur kita ini untuk memperbanyak amal shaleh.

Sumber: Muhammad Damradli

Kamis, 31 Desember 2015

DIJUAL Daihatsu ESPASS Tahun 1995

Daihatsu Esspass Tahun 1995, 
Plat DKI, Kondisi Mulus, 
Atas Nama Sendiri
31.000.000 - Bisa Nego
Contact Person = via WhatsApp 0896 9492 7033 (Yudi)








Rabu, 23 September 2015

Mengapa Rasulullah Melarang Kita Mencabut Uban?


SELALU ada yang tak pernah terpikirkan oleh akal biasa kita sebagai manusia yang hidup di zaman penuh teknologi kita menyangkut hampir semua perintah Rasulullah yang menyangkut ilmu pengerahuan. Misalnya saja, larangan seorang Muslim yang tidak boleh minum sambil berdiri. Atau harus tidak dengan posisi tertentu. Begitu juga dengan keajaiban yang tersimpan di setiap helai rambut yang sudah memutih, alias uban.
Hadits dari ‘Abdullah bin ‘Umar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban—walaupun sehelai—dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya,” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahullah, yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban, dalam kitab Shahihnya menyebutkan pembahasan “Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia.”
Lalu Ibnu Hibban membawakan hadits berikut. 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

“Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat,” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Nah, di tahun 2012, Ismael Galvan Galvan dari Museo Nacional de Ciencias Naturales, Spanyol melakukan studi, tentang uban. Dari hasil para peneliti itu, ternyata uban merupakan tanda Anda akan memiliki hidup panjang dan sehat. Namun kabar buruk bagi Anda yang memiliki rambut merah, karena ini terkait tingkat yang lebih tinggi untuk mengidap kanker.
“Pada manusia, melanin kulit, rambut dan bulu merupakan jenis yang sama. Hal ini membatasi pengetahuan pada konsekuensi fisiologi pigmentasi,” kata Galvan.
Uban menandakan absennya melanin. Artinya, uban merupakan tanda hidup yang sehat.
“Jauh dari tanda terkait penuaan, uban mengindikasikan kondisi yang baik,” pungkasnya. Jadi, Anda sudah berubah? Alhamdulillah… 

Jumat, 28 Agustus 2015

Rumah Seperti Apakah yang Akan Didatangi Malaikat?


Tak seorang muslim pun yang tidak menginginkan rumah mereka senantiasa dihadiri oleh para malaikat Allah dan dijauhkan dari syaitan. Kehadiran malaikat di rumah mereka akan melahirkan aura ketenteraman dan kesejukan dan kedamaian rohani yang mengalir di rumah itu. Kehadiran mereka akan membuat rumah kita laksana surga.
Diantara para malaikat itu ada yang sengaja keliling untuk menebarkan rahmat dan kedamaian di tengah manusia sebagaiamana syaitan berkeliling untuk menebarkan kejahatan di tengah mereka.
Lalu rumah mana yang akan dihadiri para malaikat itu?
Diantaranya adalah :
1. Rumah yang diliputi dzikir kepada Allah yang di dalamnya ada ruku dan sujud
2. Rumah yang senantiasa bersih
3. Rumah yang penghuninya adalah orang-orang yang jujur dan menepati janji
4. Rumah yang dihuni oleh orang-orang yang senantiasa menyambung tali silaturahim
5. Rumah yang dihuni oleh orang yang makanannya halal
6. Rumah yang dihuni oleh orang yang senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya.
7. Rumah yang senantiasa ada tilawah Al-Quran
8. Rumah yang dihuni oleh para penuntut ilmu
9. Rumah yang penghuninya ada isteri solehah
10. Rumah yang bersih dari barang-barang haram
11. Rumah yang dihuni oleh orang yang rendah hati, sabar, tawakal, qana’ah, dermawan pemaaf yang senantiasa bersih lahir batin dan para penghuninya makan tidak terlalu banyak.
Di bawah ini akan dipaparkan beberapa dalil yang menunjukkan pada hal di atas.
Mengenai orang-orang yang berada dalam majlis dzikir Rasulullah bersabda : “Jika kalian melewati kebun-kebun surga maka mampirlah di tempat itu! Para sahabat berkata, “Apa yang dimaksud dengan kebun-kebun surga itu wahai Rasulullah?” Nabi bersabda, “Kelompok manusia yang berdzikir. Karena sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa keliling mencari kelompok manusia yang berdzikir dan jika mereka datang ke tempat mereka malaikat itu dan mengitarinya”, hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi dalam buku Al-Adzkar. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda
“Tidaklah sekali-kali sebuah kaum duduk dengan berdzikir kepada Allah kecuali mereka akan dikelilingi malaikat dan akan disirami rahmat dan akan turun kepada mereka ketenangan. Allah akan menyebutkan tentang mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya” (HR. Muslim)
Ini semua menunjukkan bahwa dzikir kepada Allah di rumah kita akan menjadikan malaikat memasuki rumah kita dan akan berada dengan kita. Sebaliknya rumah yang dikosongkan dengan dari dzikir maka malaikat juga akan menjauhinya.
Sementara itu orang yang membaca Al-Quran disebutkan dalam sabdanya : “Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan didatangi malaikat, dijauhi syaitan dan akan membanjir pula kebaikan ke dalamnya, jika dibacakan Al-Quran di dalamnya. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat dan akan didatangi syaitan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidak dibacakan Al-Quran” (HR. Ad-Darimi).
Dengan membaca Al-Quran maka akan turun malaikat rahmat, akan datang kebaikan akan muncul ketenangan di dalam rumah kita. Rumah yang tidak ada bacaan Al-Quran maka ketahuilah bahwa rumah itu sebenarnya telah menjadi kuburan walaupun penghuninya masih bernyawa.
Tentang orang yang rajin menjalin silaturahmi, disebutkan dari Abu Hurairah bahwa seorang lelaki pergi untuk mengunjungi saudaranya di sebuah desa yang lain. Maka segera diperintahkan kepada malaikat untuk menemani orang itu. Tatkala malaikat bertemu dengan orang tadi maka dia bertanya : Kemana engkau akan pergi? Lelaki itu menjawab : Aku akan pergi mengunjungi saudara saya di desa itu! Malaikat itu bertanya : Apakah kau memiliki suatu nikmat yang akan kau berikan padanya? Orang itu berkata : Tidak, saya mengunjunginya semata karena saya mencintainya karena Allah! Malaikat itu berkata : “Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu. Allah telah mencintaimu sebagaimana kau mencintai orang itu” (HR. Muslim)
Mengenai penuntut ilmu yang dinaungi sayap malaikat Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena suka dengan apa yang sedang dia tuntut” (HR. Tirmidzi).
Tentang rumah orang dermawan yang akan dimasuki malaikat disebutkan dalam sebuah hadits bahwa malaikat akan senantiasa mendoakan mereka : Rasulullah Saw bersabda, “Tiap-tiap pagi malaikat turun, yang satu mendo’akan, “Ya Allah beri gantilah untuk yang menderma, dan yang lain berdo’a, Ya Allah Musnahkan harta si bakhil.”
Rumah-rumah yang di dalamnya ada kejujuran, ada kasih sayang, amanah, ada syukur dan sabar ada taubat dan istighfar akan senantiasa terbuka untuk dimasuki para malaikat sedangkan rumah-rumah yang selain itu maka maka malaikat akan menjauhi rumah tadi.
Rumah-rumah yang akan dijauhi malaikat misalnya, rumah yang di dalamnya ada anjing, ada patung-patung dan gambar-gambar, dan ada bau busuk di rumah itu.
Islam adalah agama yang cinta kebersihan sehingga mengingatkan bahayanya memiliki anjing, bahkan melarang memelihara anjing kecuali untuk kepentingan penjagaan keamanan atau pertanian. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang. Rasulullah bersabda: “ Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (patung)” [HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah]
Ibnu Hajar berkata : “Ungkapan malaikat tidak akan memasuki….” menunjukkan malaikat secara umum (malaikat rahmat, malaikat hafazah, dan malaikat lainnya)”. Tetapi, pendapat lain mengatakan : “Kecuali malaikat hafazah, mereka tetap memasuki rumah setiap orang karena tugas mereka adalah mendampingi manusia sehingga tidak pernah berpisah sedetikpun dengan manusia. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya.
Sementara itu, yang dimaksud dengan ungkapan rumah pada hadits di atas adalah tempat tinggal seseorang, baik berupa rumah, gubuk, tenda, dan sejenisnya. Sedangkan ungkapan anjing pada hadits tersebut mencakup semua jenis anjing. Imam Qurthubi berkata : “Telah terjadi ikhtilaf di antara para ulama tentang sebab-sebabnya malaikat rahmat tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing. Sebagian ulama mengatakan karena anjing itu najis, yang lain mengatakan bahwa ada anjing yang diserupai oleh syaitan, sedangkan yang lainnya mengatakan karena di tubuh anjing menempel najis.” Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengadakan perjanjian dengan Jibril bahwa Jibril akan datang. Ketika waktu pertemuan itu tiba, ternyata Jibril tidak datang. Sambil melepaskan tongkat yang dipegangnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Allah tidak mungkin mengingkari janjinya, tetapi mengapa Jibril belum datang ?” Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh, ternyata beliau melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur. “Bila anjing ini masuk ?” tanya beliau. Aku (Aisyah) menyahut : “Entahlah”. Setelah anjing itu dikeluarkan, masuklah malaikat Jibril. “Mengapa engkau terlambat ? tanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Jibril. Jibril menjawab: “Karena tadi di rumahmu ada anjing. Ketahuilah, kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (patung)” [HR. Muslim].
Malaikat rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan anjing. Abu Haurairah Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda : “ Malaikat tidak akan menemani kelompok manusia yang di tengah-tengah mereka terdapat anjing“. [HR Muslim]
Imam Nawawi menerangkan hadits tersebut : “Hadits di atas memberikan petunjuk bahwa membawa anjing dan lonceng pada perjalanan merupakan perbuatan yang dibenci dan malaikat tidak akan menemani perjalanan mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan malaikat adalah malaikat rahmat (yang suka memintakan ampun) bukan malaikat hafazhah yang mencatat amal manusia. [Lihat Syarah Shahih Muslim 14/94]
Malaikat juga tidak suka masuk rumah yang berbau tidak sedap. Rasulullah Saw bersabda,“Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan berbau tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Juga adanya penghuni rumah yang mengancam saudaranya (muslim) dengan senjata. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa mengarahkan (mengancam) saudaranya (muslim) dengan benda besi (pisau misalnya), maka orang itu dilaknat oleh malaikat, sekalipun orang itu adalah saudara kandungnya sendiri.” (HR Muslim).
Kita semua berharap rumah kita akan senantiasa dikelilingi malaikat dan dijauhkan dari syaitan laknat. Maka tidak ada cara lain bagi kita kecuali senantiasa meningkatkan tahap keimanan, keislaman dan keihsanan kita, setiap detik, minit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Peningkatan ini diperlukan karena hidup ini tidak pernah berhenti berputar. Waktu kita terus berlalu dan kita tidak boleh menghentikannya. Umur kita terus meningkat dan kita semakin dekat menghampiri saat kematian. Hanya ada satu kata dalam kehidupan kita : beramal soleh dengan segera, tanpa ditunda!!

(Sumber : Samson Rahman, MA , http://swaramuslim.net)

Jumat, 11 April 2014

Mencari Pendamping Jokowi, Ini Saran Fengsui






Hasil sementara pemilihan legislatif, Rabu, 9 April 2014, yang menempatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di urutan pertama dengan meraih 19,3 persen suara, memastikan Joko Widodo (Jokowi) maju untuk bertarung di pemilihan presiden Juli mendatang. 

Lalu siapa pendamping Jokowi? Jokowi mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan usia, profesi, maupun dikotomi sipil-militer. "Yang penting bisa diajak kerja sama, kerjanya cepat," kata Jokowi, Rabu, 9 April 2014.     

Ahli fengsui dan grafologi Indonesia, Ferry Wong, mencoba menganalisis pasangan Jokowi dari partai lainnya. Sebelumnya, pada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2013, Ferry menganalisis pasangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan mengatakan keduanya saling mengisi dan menguatkan. Berikut rincian analisis Ferry yang disampaikan kepada wartawan Tempo, Rina Atmasari, 4-5 April 2014.  

1. Jokowi-Jusuf Kalla 
Nama Jusuf Kalla sering disebut sebagai pasangan ideal Jokowi. Karakter tegas mantan Wakil Presiden tersebut dinilai mampu mengimbangi Jokowi yang santun. 
 
Dari analisis fengsui, Jusuf Kalla mencerminkan pribadi yang selalu ingin dikelilingi banyak orang. Pribadi yang dapat menjadi pemimpin yang banyak disorot.

Analisis yang sama dengan Jokowi. Jokowi memiliki pribadi yang tidak bisa menyendiri. Jokowi dinilai bisa memimpin dan selalu bersikap tidak memihak. (Baca: 
Duet Jokowi-Jusuf Kalla Raih Elektabilitas Tertinggi)

"Jika dipasangkan, pasangan ini akan mendatangkan kebaikan," kata Ferry. Selain itu, pasangan ini dapat menciptakan kepemimpinan yang kuat karena keduanya bisa mengalahkan kepentingan masing-masing. Pasangan ini lahir dari unsur logam dan air yang sifatnya saling membantu. Saling mengisi kekurangan masing-masing sehingga tercipta keseimbangan visi dan misi. "Jokowi akan selalu bangkit menghadapi semua masalah jika mendapat dukungan. Jusuf Kalla dapat memberikan dukungan itu." (Baca: 
Capres, Duet Jokowi-JK Terpopuler di Dunia Maya)

2. Jokowi-Aburizal Bakrie 
Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) pernah menyatakan keinginannya untuk menjadikan Jokowi sebagai calon wakil presiden yang mendampinginya nanti.

Menurut Ferry, keduanya tidak pas dijadikan pasangan. Duet Jokowi-Ical cenderung dapat menghasilkan energi yang bersifat emosional. (Baca: 
Ical Buka Peluang Berduet dengan Jokowi

"Besar kemungkinan, akan sering terjadi kesalahpahaman yang sulit dimengerti," kata Ferry. Pasangan ini juga sama-sama terlahir dengan unsur logam yang memiliki sifat keras dan selalu berpegang pada pendirian masing-masing. Jika berpasangan, keduanya akan meninggalkan banyak persoalan yang tidak terselesaikan selama priodenya. 

3. Jokowi-Prabowo Subianto 
Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini menunjukkan karakter militernya yang tegas, berwibawa, dan keras. Karakternya berbeda jauh dengan karakter Jokowi yang jauh dari karakter militer, meski ia juga tegas, pekerja keras, lincah, dan cepat mengambil keputusan. Dari kacamata fengsui, duet Jokowi-Prabowo cenderung dapat menghasilkan energi yang besar dan bersifat emosional. "Akan terjadi tarik-ulur kepentingan politik," kata Ferry. (Baca:
 Prabowo: Saya Tak Cocok Jadi Wakil Presiden)

Jokowi dan Prabowo sama-sama terlahir dari unsur logam. Logam bersifat keras dan selalu teguh pada pendirian. Meski begitu, pasangan ini juga bisa membawa kebaikan, kesenangan, kerukunan, dan keselamatan. Agar dapat bekerja sama demi kemajuan Indonesia, menurut Ferry, keduanya harus saling mengalah.

4. Jokowi-Hatta Rajasa
Jokowi dan Hatta merupakan pribadi yang sama-sama selalu ingin dikelilingi banyak orang. Keduanya cenderung tidak bisa menyendiri. Dari kesamaan tersebut, keduanya dinilai bisa bekerja sama dalam menjalankan pemerintahan. Ferry menilai keduanya berpeluang untuk menghasilkan kebaikan. Keduanya bisa saling mengalah untuk kepentingan negara. (Baca:
 Hatta Disebut Cawapres Terkuat Partai Islam)

Menurut Ferry, duet Jokowi-Hatta sama analisanya dengan Jokowi-JK. Jokowi-Hatta terlahir dari unsur logam dan air yang sifatnya saling membantu dan saling mengisi. Jokowi yang memiliki sifat yang bangkit, cepat bertindak menghadapi semua persoalan akan dapat dukungan dari Hatta yang penuh dengan ketelitian dan berbagai pertimbangan. (Baca: 
Lawan Jokowi, Pengamat:Prabowo Kepedean)

5. Jokowi-Mahfud Md
Jokowi dan Mahfud dinilai mampu menciptakan pemerintahan yang kuat dan serius. Keduanya dinilai memiliki kecocokan untuk memimpin bangsa. Ferry mengatakan kedua pasangan ini akan bisa saling mengisi dalam memimpin Indonesia. "Keduanya cocok dan lebih bijak," kata Ferry.  (Baca: 
Kiai NU Pertimbangkan Duet Mahfud-Jokowi)

Dari kacamata fengsui, Jokowi mencerminkan pribadi yang tenang dan selalu dikelilingi banyak orang. Sedangkan Mahfud Md,. digambarkan sebagai pribadi yang mudah emosi dan tidak bisa diam. Sehingga Mahfud akan bisa mengimbangi Jokowi. Namun, keduanya juga bisa saling melemahkan, melihat keduanya terlahir dari unsur logam dan api yang dapat saling mengalahkan sekaligus menguatkan. "Tergantung situasi dan kondisi kepentingan politik." (Baca: 
Tawarkan Cawapres, PDIP Ajak Mahfud Md Bergabung)

6. Jokowi-Dahlan Iskan 
Jokowi-Dahlan merupakan sosok yang ambisius. Jika keduanya berpasangan dalam pemilu 2014, duet ini akan menciptakan pemerintahan yang semangat serta ambisius dalam kepentingan. Jokowi-Dahlan cukup bagus jika dipasangkan. "Akan dapat tercipta pemerintah yang kuat dan berambisi," kata Ferry. Dari kacamata fengsui, Jokowi merupakan sosok yang bisa menjadi pemimpin, wataknya yang santun membuatnya mampu diterima banyak orang. (Baca: 
DahlanMenolak Bicarakan Strategi Kalahkan Jokowi)

Ini lalu menjadikan Jokowi sebagai pemimpin yang banyak mendapat banyak disorot. Sedangkan Dahlan, mencerminkan pribadi yang mudah mengalah untuk bangkit kembali. Dahlan Iskan dinilai sosok yang tidak memihak. Meski begitu, duet ini masih perlu kerja keras untuk menyamakan pendapat. Melihat keduanya sama-sama terlahir dari unsur logam yang keras. (Baca: 
Bursa Capres, Dahlan Tertarik Duet dengan Jokowi)

7. Jokowi-Surya Paloh 
Hubungan baik antara PDIP dan Nasional Demokrat (NasDem) memunculkan asumsi Jokowi dan Surya Paloh akan dipasangkan di tahun pemilu ini. Bagaimana jika keduanya dipasangkan? Dari kacamata fengsui, duet Jokowi-Surya Paloh memiliki peluang untuk menciptakan kepemimpinan yang kuat namun akan banyak terjebak dengan kepentingan. (Baca: 
Kata Surya Paloh, Ini Syarat NasDem Berkoalisi)

"Kepentingan politik keduanya sangat kuat, sehingga akan bisa terjadi tarik-menarik apabila terlalu memaksakan kehendak," kata Ferry. Pasangan yang sama-sama terlahir dengan unsur logam memiliki sifat yang keras, seperti halnya logam yang cenderung keras dan teguh pendirian. Jika Jokowi dinilai sebagai pemimpin yang banyak disorot, Surya dinilai sebagai pemimpin yang pandai berbicara. (Baca: 
Surya Paloh Sebut Karier Jokowi Sangat Progresif )

8. Jokowi-Gita Wirjawan

Jokowi yang terlahir dengan unsur logam, dinilai tidak akan sejalan dengan Gita Wirjawan yang lahir dengan unsur kayu. Keduanya akan saling melemahkan satu sama lain. (Baca: 
Bersaing dengan Jokowi, Gita Wirjawan Tetap Optimis)

Jika Jokowi dipasangkan dengan Gita Wirjawan, keduanya akan menciptakan kepemimpinan yang kaku. "Keduanya akan cenderung kaku dalam pemikiran dan komunikasi, pandangan politik," kata Ferry. Kondisi pasangan ini akan bergantung pada kondisi kepentingan politik. "Keduanya bisa saling melemahkan sekaligus menguatkan." ..
Sumber :