Cari Blog Ini

Jumat, 21 Maret 2014

10 Cara Menjadi Dewasa


Dewasa itu untuk siapa saja. Tua, muda, laki dan perempuan selayaknya memahami 10 area yang harus dikembangkan ini.

1. Berubahlah dengan waktu dan tempat !Jangan selalu menuruti perasaan negatif, seperti: merasa bosan, lelah, jenuh, tersiksa dengan tempat atau masa lalu. Tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum bersama anda! Menangislah, dan anda akan menangis sendirian! Mutiara kata ini mengisyaratkan agar kita selalu berbahagia dimana pun kita berada dan kapan pun.
Jika kita merasa sebagai orang yang paling sedih atau menderita di dunia ini, yakinlah bahwa masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada kita.

2. Carilah kenalan, teman, sahabat, relasi sebanyak-banyaknya !
Sering-seringlah bepergian, menjelajahi dunia. Semakin sering anda bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, maka kepribadian anda akan semakin matang tanpa anda sadari.

3. Cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri.
Dengan cinta, hidup menjadi indah, persahabatan menjadi
langgeng, dan silaturahmi tetap terbina. Tentunya cinta yang diberikan secara tulus tanpa pamrih, tanpa mengharap balasan kecuali dari Allah semata.

4. Hargailah dan nikmatilah alam.
Dengan menghargai alam, jiwa menjadi tenang. Dengan menikmati alam hati menjadi senang. Temukanlah rahasia sesuatu itu tampak menarik, misalnya: bunga yang mekar, surya yang bersinar, sawah yang terhampar.

5. Hargailah orang lain.
Misalnya dengan cara membuatnya bahagia, tersenyum, tertawa, memberi pujian yang tulus. Membahagiakan orang lain akan membuatnya membahagiakan kita di saat yang tak terduga, percayalah!

6. Jaga tingkah laku.
Banyaklah mendengarkan dan berpikir daripada berbicara, kecuali bila waktunya untuk berbicara. Dengan menjaga lisan dan perbuatan kita, berarti setengah pertempuran hidup telah kita menangkan.

7. Jangan kekanak-kanakan.
Sikap dewasa menunjukkan kepribadian yang kuat dan mempesona. Betapa banyak orang tua yang bahkan belum dewasa! Salah satu tanda kedewasaan seseorang antara lain adalah dari sikap, tutur kata, dan caranya di dalam mengambil keputusan secara arif dan bijaksana.

8. Jangan mencari kesalahan orang lain.
Hidup kita terlalu singkat untuk melakukan hal ini.

9. Jangan rendah diri.
Sudah seharusnyalah kita menerima dan memperbaiki kekurangan kita tanpa pernah merasa minder atau kecil di depan orang lain. Percayalah, tidak seorang manusia pun yang sempurna di muka bumi ini!

10. Jangan sombong.
Ketahuilah bahwa selalu ada yang lebih daripada kita. Kesombongan menandakan kekosongan.


Kamis, 20 Maret 2014

Ungkapan hati untuk Wawan (Tb. Chari Wardana)

Maaf....Bang Iwan Fals...Lirik Lagu BENTO di ganti nama Jadi Wawan

TUBAGUS CHAERI WARDANA (Wawan)

Namaku Wawan, rumah real estate
Mobilku banyak, harta melimpah
Orang memanggilku, bos eksekutif
Tokoh papan atas, atas sgalanya, asik!
Wajahku ganteng, banyak simpanan
Sekali lirik, oh bisa jalan
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
yang penting aku senang, aku menang
Persetan orang susah, karena aku
Yang penting asik, sekali lagi, asik!
Obral soal moral, omong keadilan, sarapan pagiku
Aksi tipu-tipu, lobi dan upeti, woo jagonya
Maling kelas teri, bandit kelas coro, itu kantong sampah
Siapa yang mau berguru, datang padaku, sebut 3 kali namaku
Wawan Wawan Wawan.. asik..

Kamis, 06 Maret 2014

Rapat 7 Jam, DPR & Pemerintah Buat Kesimpulan Mengenai Outsourcing


Selasa (4/3/2014), Sejak awal berlangsung raker ini, diawali oleh suasana yang memanas antara Meneg BUMN yang terpancing emosinya lantaran ada salah satu anggota Komisi IX Indra yang mengatakan soal video raker outsourcing yang sebelumnya dilakukan pada 2013 yang di unggah pada jejaring sosial youtube.
Berikut Kesimpulan Raker Komisi IX dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

1. Komsi 9 DPR dan Menteri BUMN sepakat untuk melaksanakan komitmen UU Ni.13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan dan rekomendasi Panja Outsourcing Komisi IX DPR RI. Oleh karena itu Menteri BUMN sepakat menghapus kelompok usaha yang menurut UU No.13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan tidak diperbolehkan menggunakan outsourcing dengan menerbitkan surat edaran Menteri BUMN per tanggal 5 Maret 2014.


2. Komisi IX DPR mendesak Menteri BUMN untuk:
A.     Mengangkat semua pekerja outsourcing yang ada di lingkungan BUMN yang tidak sesuai dengan pasal 65 dan Pasal 66 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan diangkat menjadi pekerja tetap oleh perusahaan di lingkungan BUMN tersebut.
B.     Mempekerjakan kembali semua pekerja yang sedang dalam proses PHK sebagai pekerja tetap di posisi dan jabatan semestinya sesuai dengan asas profesionalitas di lingkungan BUMN.
C.    Memenuhi semua hak-hak normatif para pekerja di lingkungan BUMN.
D.    Membayar  upah proses secara penuh dan hak-hak lainnya kepada pekerja BUMN yang menjadi korban PHK tidak sah.

Dengan mengacu pada UU No. 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. Poin-poin di atas dilaksanakan mulai tanggal 5 Maret 2014 sampai tanggal 5 April 2014 proses verifikasi, proses selanjutnya bulan kedua 5 mei 2014 dan selanjutnya diselesaikan seluruhnya pada bulan ketiga yaitu 5 Juni 2014.

3. Komisi IX dpr dan Menteri BUMN sepakat untuk memberikan sanksi yang tegas kepada direksi BUMN yang tidak sejalan dengan kebijakan penyelesaian masalah outsourcing BUMN.

4. Komisi IX DPR dengan Menteri BUMN dan Menakertrans menyepakati pembentukan satgas gabungan dari kementerian untuk melaksanakan rekomendasi panja outsourcing Komisi IX DPR selambat-lambatnya 12 Maret 2014, kemudian 12 maret-12 April 2014, perusahaan-perusahaan yang sedang diselamatkan diumumkan selanjutnya 12 April sampai 12 Mei 2014 seluruh permasalahan outsourcing telah diselesaikan. Satgas dalam menyelesaikan persoalan outsourcing harus melibatkan serikat pekerja di perusahaan masing-masing. 

Selama tenggat waktu tersebut, upah proses dan hak-hak bormatif lainnya tetap harus diberikan, serta tidak ada PHK selama proses tersebut.

Catatan:
Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan putusan MK pembayaran diberikan oleh vendor atas dorongan Menter BUMN.

5. Komisi IX DPR dan Menakertrans mendesak untuk berkomitmen menyelesaikan persoalan outsourcing ketenagakerjaan di BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan selambat-lambatnya 5 april 2014.

Rabu, 19 Februari 2014

10 Sikap Hidup


1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan.
Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal yang Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi! It’s all only in mind.

2. Buanglah Dendam.
Dendam & Amarah yg disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH!!

3. Berhentilah Mengeluh.
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.

4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.

5. Tidurlah dengan Nyenyak.
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.

6. Jauhi Urusan Orang Lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untukmenangani setiap masalahnya.

7. Hiduplah Pada Saat ini, Bukan Masa Lalu.
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, Jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yg Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. “Be totally present”

8. Jadilah Pendengar Yang Baik.
Saat menjadi pendengar, Anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari org lain.

9. Berpikirlah Positif.
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dgn orang2x yg berpikiran positif & terlibatlah dengan kegiatan positif.

10. Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa Anda pada hal-hal besar.

Minggu, 17 November 2013

Perbedaan Dandan Ibu Atut (Gub Banten) Vs Ibu Risma (Walikota Surabaya)



Berhari-hari ini baca soal dandan Ibu Atut Chosiyah di media. Ya ampun, sampe 1 milyar loh! Biaya Rp 1 milyar itu meliputi dandan ke salon, membeli parfum, aksesori di luar negri, tas Hermes senilai Rp 450 juta dan sebagainya.

Sekali lagi, ini memang jomplang dengan kondisi rakyat yang dipimpinnya. Di provinsi Banten ini, kasus bayi kurang nutrisi dan busung lapar masih tertinggi di Indonesia. Belum lagi angka pengangguran yang juga tertinggi di Indonesia. Yang paling miris tentu angka kemiskinan, yang menurut data Kementrian Dalam Negri, untuk provinsi hasil pemekaran, merupakan yang tertinggi.

Jadi, anak-anak miskin masih susah sekolah, kurang gizi, tetapi pemimpinnya berpenampilan seperti itu. Sungguh tidak memiliki kepekaan dan empati kepada rakyat, yang nota bene bisa diibaratkan sebagai anak-anaknya sendiri.

Ada yang bilang, kalau dari sumber yang halal, mengapa tidak? Ya bisa aja, kalau rakyatnya sudah sejahtera! Kalau belum ya mending uang halalnya itu diberikan untuk memperbaiki kualitas kehidupan rakyatnya! Apalagi jika sumbernya dipertanyakan? Bisa jadi dari menggunakan alokasi APBD Banten yang tidak bisa dipertanggung jawabkan? APBD dibuat oleh eksekutif dan legislatif yang ternyata masih keluarga sendiri alias KKN, kemudian dikontrakkan kepada perusahaan yang sahamnya dipegang oleh keluarga sendiri?

Jadi, sungguh kontras penampilan pemimpin yang seperti itu dengan rakyat yang dipimpinnya. Berbeda Ratu Atut Chosiyah, penampilan walikota surabaya malah nyaris tanpa dandan sama sekali.

Bu Risma, walikota Surabaya ini, memang terlihat amat sederhana. Malah mukanya seperti gak dimake up-in loh. Gak putih kinclong licin seperti Atut. Jika naik pesawat, bu Risma seperti Jokowi, lebih memilih naik yang kelas ekonomi.

Berbeda dengan bu Atut yang suka plesiran belanja di luar negri, bu Risma malah suka blusukan ke gang-gang sempit di daerahnya. Menyapa anak-anak main bola, menindak ABG yang terjun ke prostitusi dan pagi-pagi subuh suka ngider ngutipin sampah di Surabaya.

Bu Risma juga peka sekali terhadap nasib perempuan lainnya. Sehingga pernah menasihatin 45 mantan pelacur Dolly yang memulai hidup baru seperti ini: “Semua orang pasti berbuat salah, jadi jangan berkecil hati. Kalau sekarang sampeyan menutup wajah (karena pada nutupin wajah pake cadar, red), ke depan sampeyan akan berani membanggakan diri sebagai bagian dari masyarakat umumnya. Suatu saat nanti, saya ingin sampeyan-sampeyan bertemu dengan saya dan menceritakan keberhasilan sampeyan.”

Dan kejadian baru-baru kemaren, Bu Risma mengambil alih pemadaman kebakaran yang amat sulit di Surabaya, karena kepala dinasnya pingsan terhirup asap pekat…:D…Emang walikota jagoan nih bu Risma, hehee…

Dan dimasa bu Risma juga, Surabaya meraih juara 1 se-Asia Pasifik sebagai kota dengan partisipasi publik terbaik dan juara 1 untuk 2 kategori se-Asia Pasifik. Termasuk selama 3 tahun berturut-turut sejak 2010 meraih Adipura untuk kota terbersih (level nasional). Bu Risma juga nominasi walikota terbaik dunia, walaupun tidak menang.

Keindahan bu Risma adalah keindahan batin, yang gak perlu dipoles. Walaupun sebagai perempuan, saya merasa dandan adalah keharusan untuk terlihat rapi dan bersih, pake bedak dikit, polesan lipstik berwarna lembut sudah cukup untuk menampilkan kesegaran dan keceriaan, tetapi itupun rasanya gak berarti dengan keindahan manusia-manusia yang sangat tulus dan peduli pada manusia lain seperti ini.

Semoga semakin banyak manusia pemimpin yang sederhana, yang keutamaan dan keindahannya terlihat dari kemampuannya mengelola pemerintahannya, cerdas, amanah, jujur dan sayang ma rakyatnya.

Sumber : http://m.kompasiana.com/post/sosok/2013/11/06/dandan-ibu-atut-vs-dandan-ibu-risma-walikota-surabaya/