Cari Blog Ini
Jumat, 27 September 2013
Kamis, 19 September 2013
Wanita Lebih Mungkin Kecanduan Facebook
Sebuah riset terbaru menemukan bahwa wanita lebih mungkin menjadi pecandu situ jejaring sosial Facebook ketimbang pria. Temuan ini dipublikasikan dalam Psychological Reports journal.
Dalam risetnya, para psikolog dari University of Bergen di Norwegia melibatkan 423 pelajar untuk mengamati tanda-tanda perilaku adiktif dalam cara mereka menggunakan Facebook. Peneliti menggunakan alat ukur yang disebut "Bergen Facebook Addiction Scale", di mana masing-masing partisipan diberikan skor untuk melihat tingkat penggunaan Facebok, mulai dari skala satu (sangat jarang) hingga skala lima (sangat sering).
Dalam risetnya, para psikolog dari University of Bergen di Norwegia melibatkan 423 pelajar untuk mengamati tanda-tanda perilaku adiktif dalam cara mereka menggunakan Facebook. Peneliti menggunakan alat ukur yang disebut "Bergen Facebook Addiction Scale", di mana masing-masing partisipan diberikan skor untuk melihat tingkat penggunaan Facebok, mulai dari skala satu (sangat jarang) hingga skala lima (sangat sering).
Dalam metode skoring tersebut, setiap peserta juga diminta komentar soal perasaan mereka terkait dorongan untuk menggunakan Facebook, kegagalan dalam membatasi penggunaan situs danperasaan saat tidak dapat mengakses situs.
Hasil kajian menemukan bahwa beberapa peserta menunjukkan tanda-tanda dari "kecanduan Facebook" mirip seperti yang ditunjukkan oleh orang yang mengalami kecanduan obat, alkohol dan zat kimia lainnya. Menurut peneliti, pelajar yang berusia muda lebih mungkin tergantung pada situs jejaring sosial seperti Facebook ketimbang pelajar yang berusia lebih tua. Sedangkan untuk jenis kelamin, pelajar wanita berisiko lebih besar menjadi pecandu ketimbang pria.
Peneliti menambahkan, orang yang menderita kecemasan atau ketidakamanan sosial lebih mungkin menjadi pengguna setia dari situs jejaring sosial. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka merasa lebih mudah untuk menyalurkan perasaannya ketika harus menggunakan teknologi ketimbang berkomunikasi dengan orang secara pribadi.
Studi ini juga menemukan bahwa orang dengan tipe kepribadian ekstrovert (terbuka) lebih cenderung kecanduan dengan Facebook, sementara orang yang terorganisasi dengan baik dan ambisius cenderung memiliki risiko lebih kecil menggunakan website, kecuali untuk tujuan pekerjaan atau jaringan.
Hasil kajian menemukan bahwa beberapa peserta menunjukkan tanda-tanda dari "kecanduan Facebook" mirip seperti yang ditunjukkan oleh orang yang mengalami kecanduan obat, alkohol dan zat kimia lainnya. Menurut peneliti, pelajar yang berusia muda lebih mungkin tergantung pada situs jejaring sosial seperti Facebook ketimbang pelajar yang berusia lebih tua. Sedangkan untuk jenis kelamin, pelajar wanita berisiko lebih besar menjadi pecandu ketimbang pria.
Peneliti menambahkan, orang yang menderita kecemasan atau ketidakamanan sosial lebih mungkin menjadi pengguna setia dari situs jejaring sosial. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka merasa lebih mudah untuk menyalurkan perasaannya ketika harus menggunakan teknologi ketimbang berkomunikasi dengan orang secara pribadi.
Studi ini juga menemukan bahwa orang dengan tipe kepribadian ekstrovert (terbuka) lebih cenderung kecanduan dengan Facebook, sementara orang yang terorganisasi dengan baik dan ambisius cenderung memiliki risiko lebih kecil menggunakan website, kecuali untuk tujuan pekerjaan atau jaringan.
Perilaku di Facebook Cermin Masalah Penerimaan Diri
Studi oleh peneliti sosial menemukan adanya keterkaitan antara interaksi manusia dengan teknologi. Salah satunya interaksi di media sosial termasuk Facebook di dalamnya, yang mencerminkan masalah personal yakni perasaan mendalam terhadap diri sendiri juga masalah penerimaan diri.
Hasil studi ini telah dipresentasikan oleh tim peneliti internasional di pertemuan INTERACT 2013 di Cape Town, Afrika Selatan.
Perilaku di Facebook
Bagaimana seseorang berperilaku di Facebook dapat mengungkapkan level penerimaan diri dan tujuan hidupnya. Mereka yang sering menghabiskan waktu mengangkat citra personal lewat Facebook memiliki level penerimaan diri yang tak sama. Di samping itu, gaya seseorang saat beraktivitas di media sosial juga berbeda antara kalangan yang memiliki kepercayaan diri lebih tinggi dan mereka yang sangat mengkhawatirkan pendapat orang lain tentang dirinya.
Para peneliti juga mengungkapkan, pengguna media sosial dengan berbagai aktivitasnya di dunia maya menunjukkan gambaran akurat mengenai dirinya sendiri. Misalnya, orang yang rendah diri cenderung mengkhawatirkan apa yang orang lain posting tentang mereka di jejaring sosial. Sedangkan mereka yang memiliki harga diri lebih tinggi cenderung menghabiskan waktu untuk membangun citra personal di media sosial.
Orang dengan kepercayaan diri tinggi juga cenderung lebih sering posting mengenai apa yang mereka suka atau tidak suka, opini tentang sesuatu, juga persepsinya tentang berbagai hal. Sebaliknya, orang dengan kecenderungan neurotik atau gangguan mental paling ringan biasanya sering merasa cemas, akan lebih banyak menggunakan waktunya di Facebook dengan memantau konten, menghapusposting yang mendapatkan respons negatif dari orang lain.
"Tipe aktivitas yang dilakukan pengguna Facebook dan bentuk informasi apa saja yang mereka masukkan ke akun Facebook mereka, mencerminkan identitas diri penggunanya. Anda adalah Facebook Anda. Terlepas dari kebutuhan sosialisasi, Facebook merupakan medium personal yang punya arti mendalam," ungkap S Shyam Sundar, profesor komunikasi dan salah satu direktur Media Effects Research Laboratory di Penn State University.
Studi ini menganalisis aktivitas 225 mahasiswa South Korean university, di Facebook. Selain itu, responden juga menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan peneliti mengenai berapa banyak informasi yang mereka tampilkan di Facebook terkait keluarga, pekerjaan, dan hubungan pribadi. Para peneliti juga bertanya mengenai frekuensi update informasi di Facebook.
Sumber : http://health.kompas.com/read/2013/09/18/1625487/Perilaku.di.Facebook.Cermin.Masalah.Penerimaan.Diri
Selasa, 27 Agustus 2013
10 Kalimat yang Membuat Wanita Bahagia
Wanita adalah makhluk verbal yang selalu ingin dipuji. Pujian itu akan terasa lebih menusuk relung hati terdalam jika diucapkan oleh pria yang dicintainya. Walaupun terasa sangat gombal, wanita sangat menantikan 10 kalimat ini, baik dikatakan langsung atau melalui bisikan mesra, dilansir dari situs vemale.com.
“Kamu cantik,”
Bagi seorang wanita, pujian cantik melebihi apapun. Seorang wanita baru benar-benar merasa jadi wanita ketika ada orang lain yang memujinya cantik. Meskipun cantik itu relatif, semua wanita pasti senang dengan pujian ini.
Bagi seorang wanita, pujian cantik melebihi apapun. Seorang wanita baru benar-benar merasa jadi wanita ketika ada orang lain yang memujinya cantik. Meskipun cantik itu relatif, semua wanita pasti senang dengan pujian ini.
“Kamu yang pertama dalam hidupku,”
Jika dipikir-pikir, kalimat di atas terasa aneh. Tetapi seorang psikolog bernama Archana Nanda, kalimat tersebut terasa sangat indah bagi seorang wanita. Sesuatu yang pertama selalu spesial dan selalu dikenang (contoh gampangnya cinta pertama). Karena itu, saat seorang wanita jadi yang pertama, dia akan beranggapan bahwa dirinya begitu spesial.
Jika dipikir-pikir, kalimat di atas terasa aneh. Tetapi seorang psikolog bernama Archana Nanda, kalimat tersebut terasa sangat indah bagi seorang wanita. Sesuatu yang pertama selalu spesial dan selalu dikenang (contoh gampangnya cinta pertama). Karena itu, saat seorang wanita jadi yang pertama, dia akan beranggapan bahwa dirinya begitu spesial.
“Aku beruntung memiliki kamu,”
Ohh.. so sweet. Pujian ini akan membuat wanita menyadari bahwa kehadirannya sangat berarti untuk orang lain, terlebih lagi bagi orang yang dicintainya. Dengan begitu, wanita merasa menjadi orang yang spesial, karena kehadiran dirinya tidak sia-sia.
Ohh.. so sweet. Pujian ini akan membuat wanita menyadari bahwa kehadirannya sangat berarti untuk orang lain, terlebih lagi bagi orang yang dicintainya. Dengan begitu, wanita merasa menjadi orang yang spesial, karena kehadiran dirinya tidak sia-sia.
“Aku percaya kamu akan jadi ibu yang baik,”
Secara naluri, wanita memiliki sikap keibuan. Meskipun banyak wanita yang tidak ingin menikah atau punya anak, masih banyak wanita yang ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak. Jika ada seseorang yang mengatakan kalimat di atas, hal itu akan membuat wanita merasa dipercaya untuk menjadi seorang ibu yang baik, yang bisa memberi kehangatan dan cinta untuk buah hatinya kelak.
Secara naluri, wanita memiliki sikap keibuan. Meskipun banyak wanita yang tidak ingin menikah atau punya anak, masih banyak wanita yang ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak. Jika ada seseorang yang mengatakan kalimat di atas, hal itu akan membuat wanita merasa dipercaya untuk menjadi seorang ibu yang baik, yang bisa memberi kehangatan dan cinta untuk buah hatinya kelak.
“Maukah kamu menjalani hidup bersamaku?”
Ouch.. hati wanita mana yang tidak melayang mendengar pertanyaan itu? Kalimat di atas lebih mengacu pada lamaran dan ajakan menikah, tentu saja hal itu sangat berarti. Bagi seorang wanita, ajakan untuk menikah menandakan dirinya begitu spesial, dari jutaan wanita, dirinya yang dipilih. Tidak mudah bagi seorang pria menjadikan seorang wanita sebagai tanggung jawab selama sisa hidupnya, dan ketika saat itu tiba, wanita akan merasa sangat sangat spesial.
Ouch.. hati wanita mana yang tidak melayang mendengar pertanyaan itu? Kalimat di atas lebih mengacu pada lamaran dan ajakan menikah, tentu saja hal itu sangat berarti. Bagi seorang wanita, ajakan untuk menikah menandakan dirinya begitu spesial, dari jutaan wanita, dirinya yang dipilih. Tidak mudah bagi seorang pria menjadikan seorang wanita sebagai tanggung jawab selama sisa hidupnya, dan ketika saat itu tiba, wanita akan merasa sangat sangat spesial.
“Menurut kamu gimana?”
Pria kadang cukup egois dan menganggap wanita tidak cukup oke dalam beberapa hal. Bila sang pria meminta pendapat wanita, maka wanita akan menganggap hal itu sebagai kepercayaan untuk saling berbagi pikiran. Wanita akan merasa sangat dihormati dengan pertanyaan tersebut.
Pria kadang cukup egois dan menganggap wanita tidak cukup oke dalam beberapa hal. Bila sang pria meminta pendapat wanita, maka wanita akan menganggap hal itu sebagai kepercayaan untuk saling berbagi pikiran. Wanita akan merasa sangat dihormati dengan pertanyaan tersebut.
“Kamu wanita terbaik yang pernah aku kenal,”
Bagi banyak wanita, pria seringkali dianggap sebagai makhluk yang hanya menilai wanita dari luarnya saja. Ketika seorang wanita mendapat pujian yang bukan dari segi fisik, maka wanita akan merasa dikagumi, tidak hanya secara fisik, tetapi juga kemampuan lain. Menjadi yang terbaik bagi pria yang dicintai adalah harapan besar wanita.
Bagi banyak wanita, pria seringkali dianggap sebagai makhluk yang hanya menilai wanita dari luarnya saja. Ketika seorang wanita mendapat pujian yang bukan dari segi fisik, maka wanita akan merasa dikagumi, tidak hanya secara fisik, tetapi juga kemampuan lain. Menjadi yang terbaik bagi pria yang dicintai adalah harapan besar wanita.
“Kok pikiran kita sama sih?”
Entah benar atau tidak, wanita akan merasa senang jika pikirannya ‘tersambung’ dengan pikiran pria yang dia suka. Banyak wanita percaya bahwa pemikiran yang sama atau kemampuan membaca pikiran si dia adalah chemistry dalam hubungan cinta, yang membuat si wanita percaya bahwa bisa jadi pria tersebut adalah jodohnya.
Entah benar atau tidak, wanita akan merasa senang jika pikirannya ‘tersambung’ dengan pikiran pria yang dia suka. Banyak wanita percaya bahwa pemikiran yang sama atau kemampuan membaca pikiran si dia adalah chemistry dalam hubungan cinta, yang membuat si wanita percaya bahwa bisa jadi pria tersebut adalah jodohnya.
“Aku selalu ada buat kamu,”
Tidak semua wanita terlahir sebagai putri yang dikelilingi banyak orang yang selalu mengabulkan semua keinginannya. Saat ada pria yang hadir dalam hidupnya dan selalu memiliki waktu untuk si wanita (bahkan saat dia sibuk sekalipun), maka itu adalah kebahagiaan yang luar biasa.
Tidak semua wanita terlahir sebagai putri yang dikelilingi banyak orang yang selalu mengabulkan semua keinginannya. Saat ada pria yang hadir dalam hidupnya dan selalu memiliki waktu untuk si wanita (bahkan saat dia sibuk sekalipun), maka itu adalah kebahagiaan yang luar biasa.
“I love you,”
Tiga kata ini selalu saja menyihir wanita dalam zona paling bahagia. Walaupun sang wanita akan mengatakan “Halah gombal..” tetapi percayalah, jauh di dalam lubuk hatinya, dia bahagia dan bersyukur memiliki seseorang yang mencintai dirinya. Rasa bahagia ini akan terasa berkali-kali lipat, terutama saat sang wanita sedang dimabuk cinta.
Tiga kata ini selalu saja menyihir wanita dalam zona paling bahagia. Walaupun sang wanita akan mengatakan “Halah gombal..” tetapi percayalah, jauh di dalam lubuk hatinya, dia bahagia dan bersyukur memiliki seseorang yang mencintai dirinya. Rasa bahagia ini akan terasa berkali-kali lipat, terutama saat sang wanita sedang dimabuk cinta.
Apakah kalian setuju bahwa 10 kalimat di atas bisa membuat bahagia?
Kamis, 22 Agustus 2013
Tulang Rusuk.....Kamu yang Hilang Satu
Datanglah sekali waktu
Di saat aku tak begitu rindu
Atau di suatu pagi
Ketika hujan datang terlalu dini
Di saat aku tak begitu rindu
Atau di suatu pagi
Ketika hujan datang terlalu dini
Bunga akan segera bermekaran
Ketika cahaya matahari mulai bertebaran
Dan kupu-kupu pun datang memamerkan indah sayapnya yang berwarna benderang
Ketika cahaya matahari mulai bertebaran
Dan kupu-kupu pun datang memamerkan indah sayapnya yang berwarna benderang
Pagi dimana senyuman masih suci sekali
Ketika kamu mau berpuisi sejak dari hati
Akan kutulis setiap jejak menjadi sebuah sajak
Ketika kamu mau berpuisi sejak dari hati
Akan kutulis setiap jejak menjadi sebuah sajak
Pintumu tak selalu menjamu semua tamu
Kecuali aku
Seolah rumahmu tiada pintu
Aku bisa masuk selagi aku mau selagi kau di situ
Kecuali aku
Seolah rumahmu tiada pintu
Aku bisa masuk selagi aku mau selagi kau di situ
Aku selalu suka ketika kau menunggu aku datang di halaman rumahmu
Meski tanpa nyala sajak yang menyimpan rindumu
Jendela pun tertutup setelah suara derit pintu terakhir
Meski tanpa nyala sajak yang menyimpan rindumu
Jendela pun tertutup setelah suara derit pintu terakhir
Di sampingku kuluruhkan segala pemikiranku tentang hidup yang kadang membosankan
Aku ingin berlama-lama di sisimu
Tak peduli berapa lama jarum jam dinding menunggu kita
Tak peduli bila mimpi telah merenggut sadarmu
Aku hanya ingin terus bersamamu
Aku ingin berlama-lama di sisimu
Tak peduli berapa lama jarum jam dinding menunggu kita
Tak peduli bila mimpi telah merenggut sadarmu
Aku hanya ingin terus bersamamu
Tiada gusar aku menunggumu yang juga sedang menanti
Di suatu masa ketika kau datang dan tiada pergi lagi dariku
Datanglah sekali waktu dan bersandarlah di bahuku
Ketika aku tuliskan namamu di bentangan waktu
Kau dengan diam-diam telah menata kembali rusukku yang telah h
Di suatu masa ketika kau datang dan tiada pergi lagi dariku
Datanglah sekali waktu dan bersandarlah di bahuku
Ketika aku tuliskan namamu di bentangan waktu
Kau dengan diam-diam telah menata kembali rusukku yang telah h
Langganan:
Postingan (Atom)





