Cari Blog Ini

Rabu, 25 Januari 2012

sang mentari

Ketika sang mentari harus tertunduk
Bukan berarti sinarnya kan selamanya redup......
Dia hanya biarkan sang dewi malam
Memancarkan sinar lembutnya keseluruh alam

... Keheningan cakrawala senja
Menghembuskan kedamaian
Menuntun beribu hati.......
Kejalan menuju sejuta mimpi

Bila hari ini seindah untaian kata....
Mungkin esok adalah kumpulan syair indah
Yang tercipta oleh hati yg tulus
Menginginkan sejuta harapan dengan kerendahan hati.....

Bebaskanlah angan ini menjelajah angkasa
Berpetualang bebas mengitari alam semesta
Walaupun tau kita takkan mampu....
Tapi pasti satu bintang tercipta untuk namamu...

Semakin

Pernah aku mencoba
Berusaha untuk melupakanmu
Namun....
... Aku sadari selama ini
Semakin aku mencoba
Semakin perih sukma ku menahan lara

Pernah aku pun mengira
Dapat membenci karena cinta
Tapi,
Semakin aku belajar membencimu
Cintaku semakin membiru
Tapi mengapa aku masih seperti ini

Mungkinkah Cinta ini tak harus memiliki...???

Minggu, 22 Januari 2012

Kuingin

Seperti syair yang kau tuliskan
Seperti senyum yang kau sunggingkan
Aku tak pernah lelah
... Dan tak pernah merasa bosan
Bahkan ku selalu
Menanti sapaanmu datang

Kuingin
Menjadi orang yang terakhir
Kali kau tatap kala kau beranjak tidur
Dan
Kungin menjadi
Orang yang pertama kau lihat
Saat kau bangun terjaga dari tidur

Met malam kekasih hatiku
Semoga dalam mimpi pun
Kau merasa bahagia dengan mimpi yang indah

Aku tak mampu

Aku tak mampu
kepakan sayap-sayap
tuk menggapai bintang
di langit

... Rapuh telah rapuh
bagai mana mungkin
ku dapat meraih rembulan kepangkuanku

Terlalu lemah diriku
untuk memecahkan
karang, yang menghimpit
nurani

Biarlah ku hanya pasrah,
Bagai pasir menantikan
deburan ombak di pantai
hati mu.

Sabtu, 21 Januari 2012

Dekapan Cinta

Pantaskah aku meminta
Sedang aku tak kuasa
Sanggupkah aku memberi sedang aku tak punya ...
Malam ini
Di sudut kamar dingin ini
Aku menanti kekasih
Meski hanya bayangnya yang hadir
Menyelinap kelambuku yang kusam
Kuharap dia datang
Walau hanya dalam mimpi semalam
Mengobati rinduku
Walau bak setetes gerimis yang rikuh

Malam semakin panjang
Termenung di beranda hati
Kekosongan dan sepi memerih
Mungkinkah
Hingga pagi menjelang
membayang dalam lelapnya malam